Asuransi merupakan salah satu instrumen perlindungan finansial yang dapat membantu kita dalam menangani beragam risiko finansial yang mungkin timbul di kemudian hari. Namun, tidak semua risiko dapat dicover oleh asuransi. Ada beberapa tipe risiko tertentu yang umumnya diabaikan oleh perusahaan asuransi. Artikel ini akan membahas dalam detail beberapa dari risiko-risiko tersebut beserta contoh kasusnya.
Risiko yang Diketahui
Pada dasarnya, perusahaan asuransi tidak akan menanggung risiko yang sudah diketahui sebelumnya oleh nasabah atau yang sering disebut dengan pre-existing conditions. Misalnya, jika seseorang yang sudah menderita penyakit jantung ingin mengambil asuransi kesehatan, perusahaan asuransi umumnya tidak akan menanggung biaya pengobatan untuk penyakit jantung tersebut.
Contoh Kasus:
Seseorang yang menderita diabetes kering tidak akan mendapatkan klaim jika mengambil asuransi kesehatan baru karena itu termasuk pre-existing condition.
Risiko Hasil Tindakan Sendiri
Perusahaan asuransi juga tidak akan menanggung risiko yang disebabkan oleh tindakan pribadi atau kesengajaan nasabah, misalnya percobaan bunuh diri atau tindakan kriminal.
Contoh Kasus:
Jika seseorang melakukan aksi kriminal dan mengalami cedera atau kerugian materiil dalam proses tersebut, perusahaan asuransi tidak akan menanggung kerugian tersebut.
Risiko Bencana Alam
Sebagian besar asuransi umum atau asuransi properti tidak mencakup risiko kerugian yang disebabkan oleh bencana alam seperti banjir, gempa bumi, atau tsunami. Namun, beberapa perusahaan asuransi menyediakan penambahan polis khusus untuk menanggung risiko-risiko ini.
Contoh Kasus:
Ketika terjadi banjir besar di sebuah kota, rumah-rumah yang rusak dan harta benda yang hilang tidak akan ditanggung oleh asuransi kecuali nasabah memiliki penambahan polis asuransi banjir.
Risiko Perang atau Unrest
Kebijakan asuransi umumnya tidak akan mencakup kerugian yang disebabkan oleh perang, kerusuhan, atau tindakan terorisme. Hal ini karena risiko ini sangat tidak dapat diprediksi dan potensi kerugiannya sangat besar.
Contoh Kasus:
Dalam situasi konflik bersenjata, kerusakan atau kerugian yang dialami tidak akan dicover oleh asuransi.
Ringkasan dari artikel ini adalah bahwa ada banyak risiko yang tidak dicover oleh asuransi, meski sejatinya asuransi diambil untuk perlindungan. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk memahami polis asuransi yang kita ambil dan memastikan apa saja yang dicakup dan tidak dicakup oleh asuransi tersebut.