Lambang Bhinneka Tunggal Ika: Penggunaan Resmi Pertama Kali

Bhinneka Tunggal Ika, sebuah frasa Jawa kuno yang berarti “Berbeda-Beda Tetapi Tetap Satu”, menjadi penyampaian filosofis yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Namun, kapankah frasa ini pertama kali digunakan sebagai lambang resmi negara kita? Mari kita telusuri sejarah singkatnya.

Sejarah Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika merupakan moto nasional Republik Indonesia. Mengambil inspirasi dari kidung kuno Sutasoma, yang ditulis oleh Mpu Tantular seorang pujangga di Kerajaan Majapahit. Kata-kata ini mewakili konsep penting tentang keragaman dan persatuan, menggema dalam berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia.

Sejarahnya pun cukup panjang. Satusoma, sebuah wiracarita di mana frasa tersebut berasal, diperkirakan muncul pada abad ke-14. Namun, motto ini baru digunakan secara resmi oleh negara Indonesia jauh setelahnya.

Penggunaan resmi pertama lambang Bhinneka Tunggal Ika

Lambang Bhinneka Tunggal Ika resmi digunakan pertama kali pada tanggal 17 Agustus 1950. Dilambangkan pada simbol Garuda Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika menjadi motto nasional yang terukir pada pita yang berada di paruh Garuda. Selebar dan sepanjang bangsa itu, frasa ini menjadi prinsip fundamental, unit pengikat berbagai etnis, bahasa, budaya, dan agama di Indonesia.

Pada saat penggunaan resmi ini, Republik Indonesia sedang menavigasi tantangan besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Dengan Bhinneka Tunggal Ika, bangsa ini menerima dan merayakan keragaman sambil tetap mempertahankan persatuan nasional.

Kesimpulan

Lambang Bhinneka Tunggal Ika, lambang yang bermakna dan menggambarkan keragaman dan persatuan, telah muncul dalam arus sejarah karena kecintaan kita terhadap keragaman dan persatuan sebagai bangsa. Dengan penggunaan resmi pertama kali pada tanggal 17 Agustus 1950, frasa ini telah merasuk dalam kehidupan sehari-hari kita dan menjadi inti dari identitas bangsa kita.

Seiring berjalannya waktu, penting untuk tetap mengenang makna di balik lambang ini dan upaya berkelanjutan untuk menjaga prinsip Bhinneka Tunggal Ika di seluruh aspek kehidupan kita.

Leave a Comment