Mengapa Peserta Didik Perlu Membuat Pertanyaan Atas Teks yang Dipelajari?

Membaca dan mengakses materi pembelajaran adalah dua sisi dari koin yang sama yang merupakan suatu keharusan dalam proses belajar mengajar, dan tentunya proses ini melibatkan peserta didik sebagai subjek. Meski begitu, tidak cukup hanya dengan membaca dan mengakses materi saja, ada satu aspek kritikal yang sering terabaikan, yaitu membuat pertanyaan atas materi atau teks yang dipelajari. Pertanyaan di sini, merujuk kepada interogasi yang dilakukan peserta didik setelah mereka memahami suatu teks atau materi pembelajaran. Ini penting, tetapi mengapa? Mari jelajahi lebih lanjut.

Pemahaman yang Lebih Baik

Berdialog dengan teks yang kita pelajari bukan berarti harus dengan lisan, ini bisa berupa pertanyaan-pertanyaan yang kita ciptakan dalam pikiran kita. Ketika peserta didik membuat pertanyaan atas materi yang dipelajari, mereka secara tidak langsung digiring untuk lebih dalam memahami materi tersebut. Membuat pertanyaan menuntut mereka untuk mengeksplorasi apa yang mereka pahami, menganalisisnya, dan lalu mengevaluasi untuk merumuskan suatu pertanyaan kritis.

Memperkuat Keterampilan Berpikir Kritis

Membuat pertanyaan merupakan ‘latihan’ yang sangat baik untuk mengasah keterampilan berpikir kritis. Berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis informasi dan menghasilkan conclusi berdasarkan bukti yang ada. Saat peserta didik merumuskan pertanyaan atas teks, mereka perlu menilai data, interpretasi, analisis, dan argumen yang telah mereka baca dan pahami.

Mengembangkan Keterampilan Belajar Mandiri

Belajar tidak hanya bersifat pasif, tapi juga aktif. Ketika peserta didik membuat pertanyaan atas teks yang dipelajari, ini menunjukkan bahwa mereka berupaya mencari tau lebih dalam, bukan hanya menunggu jawaban atau penjelasan yang diberikan oleh guru. Ini adalah langkah besar menuju belajar mandiri, suatu keterampilan yang sangat penting di abad ke-21 ini.

Kesimpulan

Membuat pertanyaan atas teks pembelajaran jelas memiliki banyak manfaat, meningkatkan pemahaman, menstimulasi berpikir kritis, dan mengembangkan keterampilan belajar mandiri. Dalam lingkungan belajar yang ideal, peserta didik bukan hanya diharapkan pasif menerima informasi, melainkan aktif berinteraksi dengan materi pembelajaran, termasuk membuat pertanyaan atas materi tersebut. Jadi, mari kita libatkan lebih banyak pertanyaan dalam proses belajar kita!

Leave a Comment