Pada Masa Demokrasi Terpimpin: Politik Luar Negeri Indonesia Dan Kondisinya

Indonesia, sebuah negara dengan sejarah yang kaya, berbagai macam keberagaman, dan potensi yang tak terbatas, telah mengalami berbagai fase sejarah politik sejak meraih kemerdekaan pada tahun 1945. Salah satu fase penting adalah Era Demokrasi Terpimpin (1957-1966) di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno. Ini merupakan fase yang menarik jika kita bicarakan tentang politik luar negeri Indonesia, terkhusus kecenderungan yang dipertunjukkan selama periode tersebut.

Demokrasi Terpimpin dan Politik Luar Negeri Indonesia

Demokrasi Terpimpin, istilah yang diciptakan oleh Presiden Soekarno, dipandang sebagai bentuk pemerintahan yang unik bagi Indonesia. Di bawah ini, arah politik luar negeri Indonesia jelas condong ke blok non-bersekutu.

Selama periode ini, Indonesia memutuskan untuk tidak memihak pada salah satu blok dalam Perang Dingin, yakni Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Meskipun demikian, terdapat kecenderungan untuk mendekatkan diri dengan blok Timur dibandingkan blok Barat yang lebih konservatif.

Sebab Kecenderungan Politik Luar Negeri Indonesia

Salah satu alasan utama Insdeonesia condong ke arah blok Timur adalah karena ideologi mereka yang berpihak pada kemerdekaan dan anti-kolonialisme. Presiden Soekarno selalu vokal tentang bagaimana Indonesia adalah negara yang anti-kolonial dan anti-imperialis, dan ini beresonansi dengan ideologi komunis sosialisme yang dipraktekkan oleh negara-negara Blok Timur.

Keuntungan lain yang didapat dari mendekati Blok Timur adalah bantuan pembangunan dan militer yang mereka tawarkan. Selama Era Demokrasi Terpimpin, Uni Soviet dan negara-negara Blok Timur lainnya menjadi donor besar dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk pembangunan Gedung Wisma Nusantara dan jaringan rel kereta api di Pulau Jawa.

Implikasi dan Pengaruh

Sikap politik luar negeri Indonesia ini pun mendapat respon beragam dari berbagai negara, baik positif maupun negatif. Blok Timur secara umum memandang Indonesia sebagai sekutu penting, namun negara-negara Blok Barat cenderung waspada dan tidak setuju dengan sikap anti-kolonial dan anti-imperialis yang dianut Indonesia.

Arah politik luar negeri yang diambil Indonesia selama Demokrasi Terpimpin ini memberi dampak signifikan bagi hubungan internasional dan juga pembangunan negara. Duka atau senang, periode ini merupakan bagian penting dalam sejarah Indonesia dan politik luar negerinya, menjadikan negara ini salah satu pemain penting di kancah internasional.

Penutup

Pada masa demokrasi terpimpin, politik luar negeri Indonesia memang condong ke arah Blok Timur, lebih khusus ke Uni Soviet dan negara komunis lainnya. Ini mencerminkan keinginan Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri, merdeka dan berdaulat, bersama negara-negara yang memiliki visi serupa. Meskipun periode ini berakhir dan berubah seiring dengan kondisi global dan domestik, namun peran pentingnya dalam membentuk identitas Indonesia di kancah internasional tidak dapat dipungkiri.

Leave a Comment