Kelompok Komunis Pimpinan Tan Malaka yang Sempat Berselisih dengan PKI

Sejarah pergerakan komunis di Indonesia adalah cerita panjang yang melibatkan berbagai kelompok. Salah satu kelompok ini dipimpin oleh Tan Malaka yang sempat berselisih dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Berikut ini adalah analisis dan penggalian lebih dalam tentang kelompok komunis pimpinan Tan Malaka dan perbedaannya dengan PKI.

Siapa Tan Malaka?

Tan Malaka lahir dengan nama Ibrahim Gelar Datuak Sutan Malette pada 2 Juni 1897. Ia merupakan seorang pejuang nasional dan tokoh pendiri Partai Murba. Selain itu, ia juga merupakan seorang olah intelektual yang menghasilkan banyak tulisan seputar sejarah, agama, politik, dan revolusi di Indonesia.

Walaupun ia sempat menjadi anggota Komintern dan menjadi PKI, Tan Malaka kemudian memutuskan untuk meninggalkan PKI dan mendirikan organisasi sendiri. Pada tahun 1935, ia mendirikan Partai Murba, sebuah partai dengan pandangan komunis yang tidak sepenuhnya bertumpu pada paham komunisme Soviet atau Marxisme.

Apa Penyebab Perselisihan dengan PKI?

Perselisihan antara Tan Malaka dan PKI lebih utama disebabkan oleh perbedaan pendapat seputar strategi dan taktik perjuangan. PKI pada masa itu lebih pro-Soviet dan menjalankan agenda-revolusi yang didikte kemudian dari Komintern. Tan Malaka, di sisi lain, ingin mengeksplorasi jalan yang lebih independen dan memiliki pandangan yang lebih nasionalis dalam melawan penjajahan.

Perbedaan-perbedaan ini semakin memuncak ketika Tan Malaka mengungkit pelaksanaan Pemberontakan 1926-1927 oleh PKI. Ia menganggap pemberontakan ini tergesa-gesa dan mengabaikan kepentingan nasional. Hal ini menjadi salah satu titik balik dalam hubungan Tan Malaka dengan PKI.

Keunikan Kelompok Komunis Pimpinan Tan Malaka

Kelompok komunis yang dipimpin oleh Tan Malaka memiliki karakteristik dan pendekatan yang berbeda dengan PKI. Beberapa kelebihan dari kelompok ini, antara lain:

  1. Pandangan lebih nasionalis: Tan Malaka berpandangan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia harus didasarkan pada kesatuan nasional yang melibatkan semua lapisan masyarakat, termasuk para pejuang non-komunis.
  2. Kritik terhadap doktrin Soviet: Tan Malaka menyoroti bahwa PKI terlalu bergantung pada pandangan Uni Soviet dan menggunakan taktik yang tidak selalu cocok dengan kondisi Indonesia.
  3. Otonomi dalam perjuangan: Kelompok pimpinan Tan Malaka menekankan pentingnya otonomi dalam perjuangan. Mereka lebih percaya bahwa perubahan sosial yang bermakna harus berasal dari pendekatan yang relevan dengan kondisi Indonesia.
  4. Integrasi antara nasionalisme dan komunisme: Kelompok Tan Malaka berhasil mengintegrasikan pandangan nasionalisme dan komunisme, menciptakan visi yang lebih inklusif dalam perjuangan kemerdekaan.

Kesimpulan

Kelompok Komunis Pimpinan Tan Malaka yang sempat berselisih dengan PKI adalah contoh penting dari pergerakan komunis yang berbeda dengan dominasi PKI. Kelompok ini menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia melibatkan berbagai aktor dengan pandangan yang beragam. Melalui analisis mengenai Tan Malaka dan kelompoknya, kita dapat lebih memahami keragaman yang ada dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Leave a Comment