Ketika Memotret dengan DSLR, Maka Foto yang Dihasilkan Pada Umumnya Berjenis File Apa?

Berbicara tentang fotografi, salah satu unsur penting yang perlu diperhatikan adalah jenis kamera yang digunakan untuk mengambil gambar. DSLR (Digital Single-Lens Reflex) merupakan salah satu jenis kamera yang banyak digunakan oleh para fotografer profesional maupun pemula. Karena kemampuannya dalam menghasilkan foto dengan kualitas yang baik, banyak orang yang tertarik untuk mempelajari teknik memotret menggunakan DSLR. Namun, tahukah kamu ketika memotret dengan DSLR, jenis file yang dihasilkan pada umumnya itu apa? Artikel ini akan membahas mengenai hal tersebut.

Jenis File Foto yang Umum pada DSLR

Ketika memotret dengan DSLR, jenis foto yang dihasilkan umumnya terdiri dari dua format utama, yaitu JPEG dan RAW.– JPEG adalah format file foto yang paling umum digunakan pada kamera DSLR, bahkan juga sering digunakan pada kamera saku dan smartphone. Mengapa demikian? Karena format JPEG memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  1. Ukuran file yang kecil – File foto jenis JPEG memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan file foto jenis RAW. Hal ini memungkinkan kamu untuk menyimpan lebih banyak foto dalam penyimpanan memory card.

    2.Kompresi file – Format JPEG menggunakan teknik kompresi yang memungkinkan file foto tetap tampak berkualitas meski ukurannya tersimpan dalam bentuk yang lebih kecil.

  2. Mudah diproses – Foto dengan format JPEG sudah diproses oleh kamera dan siap untuk dilihat maupun dibagikan ke berbagai platform sosial media atau dikirim melalui email.

– RAW adalah format file foto yang merupakan kebalikan dari JPEG. RAW sering disebut sebagai file “murni” yang dihasilkan oleh sensor kamera DSLR. Kelebihan file foto jenis RAW, antara lain:

  1. Kualitas foto yang lebih tinggi – Karena file foto RAW tidak mengalami kompresi, kualitas gambar yang dihasilkan akan lebih baik daripada foto yang disimpan dalam format JPEG.
  2. Fleksibilitas dalam editing – Mengedit foto dalam format RAW memberikan kamu kontrol yang lebih besar dalam penyesuaian eksposur, warna, dan kontras. Proses pengeditan ini biasanya dilakukan melalui aplikasi seperti Adobe Lightroom atau Photoshop.
  3. Recovery yang lebih baik— Kesalahan saat melakukan pengaturan kamera, seperti white balance yang salah, akan lebih mudah diperbaiki pada file RAW karena data lebih lengkap daripada file JPEG.

Kesimpulan

Saat menggunakan kamera DSLR, penentuan jenis file yang dihasilkan benar-benar tergantung pada kebutuhan dan tujuan dari pengambilan foto tersebut. Jika kamu ingin memiliki fleksibilitas lebih dalam pengeditan dan hasil foto yang berkualitas tinggi, sebaiknya gunakan format RAW. Namun, jika kamu lebih memprioritaskan kemudahan penggunaan, membagikan foto dengan cepat, atau menghemat ruang penyimpanan, maka format JPEG adalah pilihan yang tepat.

Leave a Comment