Dalam dunia sastra, ada banyak bentuk karya yang dapat diekspresikan oleh sastrawan. Cerpen dan puisi adalah dua bentuk tersebut. Keduanya sama-sama menawarkan keunikan dalam pengekspresian ide dan perasaan, namun memiliki ciri dan struktur berbeda. Maka, suatu cerpen berbeda dengan puisi. Perbedaan cerpen dengan puisi dapat ditemukan pada aspek-aspek berikut ini:
Struktur
Cerpen
Cerpen, atau cerita pendek, adalah karya prosa fiksi yang panjangannya lebih pendek dibandingkan novel atau novella. Meskipun singkat, sebuah cerpen harus mampu menyampaikan cerita yang utuh dengan komponen seperti setting, karakter, konflik, dan resolusi. Struktur cerpen biasanya terdiri dari pendahuluan, pengembangan konflik, klimaks, dan penyelesaian.
Puisi
Struktur puisi lebih bebas dibandingkan cerpen. Puisi bisa terdiri atas beberapa bait dengan jumlah baris yang variatif. Tidak seperti prosa, puisi lebih menekankan pada ritme, penggunaan metafora, simbol, dan citraan. Puisi tidak harus memiliki alur cerita seperti cerpen, dan bisa langsung mengekspresikan gagasan atau emosi tertentu.
Gaya Penulisan
Cerpen
Gaya penulisan cerpen lebih mirip dengan percakapan sehari-hari dan lebih fokus pada pengembangan cerita dan karakter. Dalam cerpen, penulis biasanya menggunakan kalimat yang jelas dan deskripsi rinci untuk menggambarkan setting, karakter, dan peristiwa-peristiwa dalam cerita. Dialog antar karakter juga sering digunakan untuk menggerakkan cerita.
Puisi
Gaya penulisan puisi cenderung lebih artistik dan penuh dengan simbolisme. Penulis puisi sering menggunakan metafora, simile, personifikasi, dan berbagai bentuk imaji lainnya untuk membuat puisi menjadi lebih hidup. Puisi sering memanfaatkan kata-kata dan frase yang berima untuk menciptakan ritme dan melodi.
Tujuan
Cerpen
Secara umum, tujuan cerpen adalah untuk menghibur pembaca dan kadang-kadang menyampaikan suatu pesan atau tema tertentu. Tapi, menghibur disini bukan berarti harus membuat pembaca tertawa, bisa juga membuat pembaca merasa terharu, takut, tegang, dan emosi lainnya.
Puisi
Puisi sering digunakan sebagai alat untuk mengekspresikan perasaan dan emosi yang mendalam. Puisi bisa bersifat pribadi dan emosional, atau bisa juga digunakan untuk mengkritik atau memuji sesuatu. Melalui puisi, penulis bisa mengekspresikan apa yang dia rasakan dan pikirkan dengan cara yang sangat kuat dan intens.
Kesimpulan
Pada dasarnya, cerpen dan puisi berbeda dalam banyak aspek, termasuk dalam hal struktur, gaya penulisan, dan tujuan. Meski demikian, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu sebagai media untuk penulis mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaannya. Keduanya adalah bentuk seni sastra yang memiliki keindahan tersendiri dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya literasi manusia.