Sunan Drajat, atau yang dikenal dengan nama asli Raden Qosim, adalah putra dari Sunan Ampel, salah satu dari sembilan Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Sunan Drajat lahir pada tahun 1440 di Tuban, Jawa Timur dan dikenal sebagai sosok yang memiliki kecerdasan luar biasa serta keberanian yang diturunkan dari ayahnya, Sunan Ampel. Dalam artikel ini, kita akan lebih memperdalam tentang kehidupan Sunan Drajat atau Raden Qosim sebagai putra Sunan Ampel dan pengaruhnya dalam penyebaran agama Islam di Jawa.
Kehidupan Awal Sunan Drajat
Sebagai putra dari Sunan Ampel, Sunan Drajat dibesarkan dalam lingkungan yang terkenal dengan pendidikan dan pengajaran Islam. Ayahnya adalah salah satu tokoh pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa, sehingga Sunan Drajat mewarisi tekad yang besar untuk melanjutkan peran ayahnya dalam menyebarkan ajaran Islam. Ia mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang tinggi, mulai dari ilmu agama, ilmu kenegaraan, hingga ilmu alam semesta.
Pengaruh dalam Penyebaran Agama Islam
Sunan Drajat memiliki peranan yang sangat signifikan dalam penyebaran agama Islam di Jawa. Ia dikenal sebagai pendidik masyarakat dan djinn, mahluk halus yang diyakini hidup di dunia astral. Sunan Drajat mengajarkan mereka tentang ajaran Islam dan bagaimana mereka dapat berdampingan dengan manusia. Selain itu, Sunan Drajat memperkenalkan konsep tauhid dan akidah melalui pendekatan yang damai dan bersahabat.
Sunan Drajat juga dikenal sebagai sosok yang ahli dalam kebudayaan dan seni, sehingga ia menggunakan budaya lokal untuk menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat. Ia mengajarkan langgam Jawa dan wayang sebagai media penyebaran ajaran Islam. Hal ini memudahkan masyarakat untuk menerima dan memahami ajaran agama baru yang diperkenalkan.
Ia juga aktif dalam menggali sumber air untuk membantu masyarakat sekitar dan menjadikan kehidupan mereka lebih baik, terutama dalam bidang pertanian. Oleh karena itu, Sunan Drajat dianggap sebagai leluhur spiritual oleh masyarakat Jawa, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Peninggalan Sunan Drajat
Di sekitar kompleks makam Sunan Drajat terdapat banyak peninggalan yang menjadi bukti keberadaan Sunan Drajat dan pengaruhnya dalam penyebaran agama Islam di Jawa. Beberapa peninggalan tersebut antara lain adalah Masjid Agung Sunan Drajat, makam Sunan Drajat, sumur yang diyakini digali oleh Sunan Drajat, serta bangunan pengajaran yang digunakan untuk mengajarkan masyarakat sekitar tentang ajaran Islam.
Kesimpulan
Sunan Drajat atau Raden Qosim adalah putra dari Sunan Ampel yang melanjutkan perjuangan ayahnya dalam menyebarkan ajaran Islam di Jawa. Ia berkontribusi besar dalam pendidikan dan kebudayaan, serta menjadikan Islam lebih mudah diterima oleh masyarakat Jawa melalui pendekatan yang damai dan bersahabat. Kita dapat mengambil pelajaran dari perjuangan Sunan Drajat dalam menyebarkan agama kepada masyarakat dengan cara yang arif dan bijaksana, serta menghargai budaya yang ada di masyarakat.