Melukis dunia di atas kertas atau layar komputer tidaklah mudah. Menyederhanakan tiga dimensi menjadi dua menghasilkan beberapa distorsi. Untungnya, ilmu geografi dan kartografi telah mengembangkan berbagai metode untuk mengatasi masalah ini, yaitu melalui proyeksi peta. Proyeksi peta adalah cara yang digunakan untuk mewakili permukaan bumi yang berbentuk bulat, dalam bentuk bidang datar. Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam dunia kartografi: “Proyeksi peta mana yang tepat untuk menggambarkan wilayah di sekitar ekuator?”
Mengapa Proyeksi sangat penting?
Ketika membuka peta, kita seringkali melihat perbedaan proporsi dan skala. Misalnya, negara-negara di dekat ekuator mungkin tampak lebih kecil sebanding dengan ukuran aslinya. Hal ini terjadi karena adanya distorsi pada proyeksi peta yang dipilih. Jadi, memilih proyeksi yang tepat untuk wilayah tertentu sangat penting untuk menunjukkan gambaran geografis yang lebih akurat.
Proyeksi Cylindrical (Sillinder) – pilihan tepat untuk ekuator
Salah satu proyeksi yang sangat tepat untuk menggambarkan wilayah di sekitar Ekuator adalah proyeksi Cylindrical atau Proyeksi Sillinder. Sebagai satu pilihan dalam keluarga proyeksi konformal, jenis ini bekerja dengan baik dalam menangkap detail dan ukuran relatif area sejajar dengan ekuator.
Proyeksi Sillinder, seperti nama yang disandangnya, mengambil sifat-sifat dunia dan ‘menggulungnya’ ke dalam silinder virtual. Pada dasarnya, proyeksi ini ditampilkan dengan merentangkan silinder di sekitar bola dunia, dan menandai di mana titik-titik yang penting jatuh pada permukaan silinder tersebut.
sumber gambar: wikimedia
Proyeksi peta Mercator merupakan contoh terkenal dari proyeksi sillinder. Meskipun memiliki distorsi yang signifikan di dekat kutub, proyeksi ini memberikan penampilan geografis yang akurat di wilayah ekuator. Bentuk geografis di sekitar garis ekuator dipertahankan dengan baik dan tidak terdistorsi.
Untuk itu, jika fokus utama kita adalah merepresentasikan daerah tropis atau ekuatorial dengan akurat, proyeksi Cylindrical menjadi pilihan yang bagus. Selain itu, proyeksi ini juga sering digunakan di berbagai disiplin ilmu, seperti perencanaan penggunaan lahan, penginderaan jauh, dan GIS.
Namun, kita juga perlu ingat bahwa tidak ada satu proyeksi peta pun yang sempurna. Setiap proyeksi membawa kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu mempertimbangkan tujuan penggunaan peta sebelum memilih proyeksi mana yang akan digunakan.