Bagaimana Keberadaan Unsur-unsur Intrinsik Dari Cerpen “Robohnya Surau Kami”

Cerita pendek atau cerpen adalah jenis prosa naratif fiksi yang memiliki ciri khas singkat dan padat. Salah satu cerpen yang cukup terkenal adalah “Robohnya Surau Kami” karya AA Navis. Cerpen ini mengandung beragam elemen intrinsik yang melingkupi tema, karakter, latar, alur, sudut pandang dan penokohan yang saling berkaitan untuk membentuk narasi yang kuat dan mendalam.

Tema

Tema atau pokok pikiran dalam cerpen ini adalah moralitas, memiliki keberanian untuk berbuat benar, dan kritik sosial terhadap orang yang menjadikan agama sebagai alat untuk mencapai kepentingan pribadi. Tema ini tercermin dalam perbuatan tokoh Mayoritas yang memaksa warga untuk merobohkan surau demi mendirikan gedung serbaguna yang lebih modern.

Karakter dan Penokohan

Karakter dalam cerpen ini dibagi menjadi dua, yaitu protagonis dan antagonis. Protagonis dalam cerpen ini adalah Pak Haji Damanik, sedangkan antagonis adalah tokoh Mayoritas. Pak Haji Damanik diceritakan sebagai sosok yang taat beragama, memiliki integritas, dan berani menentang tindakan yang salah. Sedangkan, Mayoritas digambarkan sebagai simbol orang-orang yang berkedok agama untuk kepentingan pribadi dan materialistik.

Latar

Latar tempat dalam cerpen ini berada di sebuah desa. Latar ini memberikan gambaran suasana desa yang tenang, damai dan religius, yang kemudian menjadi kontras ketika konflik mulai terjadi. Sementara, latar waktu tidak dijelaskan secara spesifik, namun bisa diasumsikan terjadi pada era modern mengingat adanya pembicaraan tentang pembangunan gedung serbaguna.

Alur

Alur dalam cerpen ini cenderung maju (progresif). Cerpen dimulai dengan kehidupan tenang di desa, lalu konflik terjadi ketika Mayoritas berencana merobohkan surau. Alur cerita mencapai klimaks ketika Pak Haji Damanik menentang rencana tersebut. Alur ini membuat pembaca ikut merasakan dinamika yang ada dalam cerita.

Sudut Pandang

Cerpen “Robohnya Surau Kami” ditulis menggunakan sudut pandang orang ketiga. Sehingga pembaca bisa melihat perspektif dari semua karakter yang ada dalam cerita.

Dengan memahami unsur-unsur intrinsik dalam cerpen “Robohnya Surau Kami”, pembaca bisa mendapatkan gambaran yang lebih jernih tentang tujuan dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Cerpen ini mengajarkan kita tentang pentingnya berpegang pada nilai-nilai moral dan keberanian untuk berjuang demi kebenaran, meski harus berhadapan dengan mayoritas.

Leave a Comment