Perkembangan Pendidikan di Indonesia pada Abad ke-19

Abad ke-19 merupakan era di mana Indonesia masih berada dalam koloni Belanda. Periode inilah saat banyak perubahan penting terjadi dalam sistem pendidikan di Indonesia. Selama ini, pendidikan berfokus pada tujuan menanamkan budaya dan pengetahuan Barat kepada masyarakat lokal.

Pendidikan Sebelum Abad ke-19

Sebelum abad ke-19, pendidikan di Indonesia sangat terbatas dan kebanyakan dilakukan di rumah atau di pesantren. Sistem pendidikan kala itu sangat dipengaruhi oleh agama, terutama Islam, di mana anak-anak diajarkan baca tulis serta pengetahuan dasar mengenai ajaran agama.

Awal Perubahan

Perubahan besar dalam sistem pendidikan Indonesia pertama kali terjadi pada 1811 ketika Thomas Stamford Raffles memimpin penjajahan Inggris di Indonesia. Raffles berinisiatif untuk memperkenalkan sistem pendidikan Barat di Indonesia. Dia mendirikan dua sekolah, yaitu Sekolah dasar (Lagere School) dan Sekolah Menengah (MULO-Meer Uitgebreid Lager Onderwijs). Sistem pendidikan ini terbukti cukup efektif, namun sayangnya hanya berlangsung selama 8 tahun.

Masa Penjajahan Belanda

Setelah penaklukkan oleh Inggris, Belanda kembali mengambil alih Indonesia pada 1816 dan kebijakan pendidikan Raffles ditinggalkan. Sebagai gantinya, Belanda memperkenalkan Sistem Eerste Inlandsche School atau ELS pada 1848 yang didesain untuk memberikan pendidikan dasar kepada penduduk pribumi.

Dalam upaya untuk menjaga kontrol mereka, pendidikan hanya diberikan kepada golongan tertentu, termasuk anak pribumi dari priyayi dan bangsawan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan calon pegawai yang dapat membantu administrasi kolonial. Mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah ini umumnya berfokus pada keterampilan praktis, seperti bahasa Belanda, matematika, dan sejarah.

Pembaharuan Pendidikan

Perubahan berikutnya dalam sistem pendidikan di Indonesia terjadi pada akhir abad ke-19, ketika pemerintah kolonial Belanda mengambil langkah-langkah untuk memperbaharui sistem pendidikan. Sistem baru ini, yang dikenal sebagai Sistem Baru (het Nieuwe Stelsel), didirikan pada 1901 dengan tujuan untuk menciptakan tenaga kerja terdidik yang dapat digunakan dalam administrasi pemerintahan.

Kesimpulan

Maka, perkembangan pendidikan di Indonesia pada abad ke-19 ditandai dengan berbagai perubahan dan reformasi. Walaupun secara bertahap, perubahan ini membuka jalan bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pendidikan formal sesuai sistem Barat. Tentu saja, ini juga menandai awal dari transformasi sistem pendidikan Indonesia menjadi seperti apa yang kita kenal saat ini. Meski situasi pendidikan pada masa tersebut jauh dari sempurna, namun penting untuk diakui bahwa periode ini membentuk landasan untuk pendidikan modern di Indonesia.

Leave a Comment