Manusia sebagai makhluk sosial perlu berkumpul dan hidup dalam komunitas. Agar harmonis, tentunya masing-masing individu harus memegang prinsip-prinsip tertentu yang berlaku sebagai norma dan nilai di dalam masyarakat tersebut. Namun, apa jadinya jika salah satu individu di dalam masyarakat tersebut memiliki sifat egois?
Mengapa Sifat Egois Bisa Membuat Masalah?
Seorang individu dikatakan egois jika cenderung memprioritaskan kepentingan sendiri tanpa mempedulikan dampak bagi orang lain atau masyarakat secara keseluruhan. Sikap semacam ini tentu saja dapat menimbulkan ketegangan dan konflik sosial.
Sifat egois dapat menmanifestasikan dirinya dalam berbagai bentuk, seperti tidak mau berbagi, mengabaikan hak dan kepentingan orang lain, atau bahkan menindas yang lain demi kepentingan pribadi. Hal ini tentunya bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan sosial dan rasa kebersamaan yang menjadi fondasi kerukunan dalam masyarakat.
Sanksi Masyarakat sebagai Bentuk Pencegahan
Menanggapinya, biasanya sebuah masyarakat akan menerapkan berbagai bentuk sanksi, baik formal maupun informal. Sanksi ini diberlakukan untuk menegaskan bahwa perilaku egois tidak dapat diterima dan harus diubah.
Sanksi formal bisa berupa hukuman hukum yang diberlakukan oleh negara atau lembaga berwenang. Sementara itu, sanksi informal biasanya diberlakukan oleh masyarakat dan bisa berupa ostracisme (pengucilan), penghinaan, atau pelecehan dari masyarakat ke individu tersebut.
Hal ini mencerminkan upaya masyarakat untuk melindungi nilai-nilai serta norma sosial mereka. Mereka berusaha untuk menjaga keseimbangan, keharmonisan, dan kesejahteraan bersama dengan memberikan hukuman atau sanksi kepada mereka yang melanggar norma tersebut.
Menyikapi Sifat Egois
Untuk mencegah terjadinya konflik dan ketidakharmonisan dalam masyarakat, penting bagi setiap individu untuk merenungkan dan mengevaluasi kembali perilaku serta sikapnya. Menjadi individu yang peka dan peduli terhadap orang lain adalah cara terbaik untuk menghindari diberlakukannya sanksi.
Pada akhirnya, penting diingat bahwa hidup dalam masyarakat bukanlah tentang sejauh mana kita bisa memaksakan kehendak dan kepentingan kita, melainkan seberapa banyak kita bisa berkontribusi dan berbagi demi kebaikan bersama.
Mari kita ketengahkan empati dan kepedulian kita terhadap orang lain, dan sama-sama kita jaga keharmonisan serta ketentraman dalam masyarakat kita.