Perbedaan Antara Perang Paregreg dan Perang Bubat Dilihat Dari Faktor Pemicunya

Sebagai sejarah mapan dalam budaya dan sejarah Indonesia, perang Paregreg dan perang Bubat telah menjadi bagian integral dari narasi sejarah kita. Kedua perang ini, meski terjadi di zaman yang berbeda dan di bawah kondisi yang sangat berbeda, memiliki beberapa kemiripan, serta juga perbedaan yang menarik. Dalam artikel ini, kita akan melihat lebih dekat pada perbedaan antara perang Paregreg dan perang Bubat, khususnya jika dilihat dari faktor pemicunya.

Perang Paregreg

Perang Paregreg adalah konflik bersenjata yang terjadi antara dua kelompok besar kerajaan Majapahit, yang dipimpin oleh Wikramawarddhana dan Wirabhumi. Konflik ini berlangsung pada tahun 1404 hingga 1406. Faktor utama yang memicu perang ini adalah persaingan politik. Wikramawarddhana dan Wirabhumi adalah dua pangeran Majapahit yang bersaing memperebutkan tahta kerajaan setelah kematian Hayam Wuruk, raja Majapahit.

Wirabhumi, sebagai adik Hayam Wuruk, merasa berhak atas tahta, sementara Wikramawarddhana, sebagai menantu Hayam Wuruk dan juga pemimpin militer, percaya bahwa ia memiliki hak yang lebih kuat untuk memimpin. Persaingan berdarah ini akhirnya berakhir dengan kematian Wirabhumi dan Wikramawarddhana memerintah sebagai raja.

Perang Bubat

Perang Bubat, di sisi lain, adalah pertempuran yang berlangsung pada abad ke-14 antara Kerajaan Sunda dan Majapahit. Faktor yang memicu perang ini berbeda dari Paregreg. Perang Bubat dipicu oleh perselisihan mengenai upacara pernikahan.

Raja Majapahit, Hayam Wuruk, ingin menikahi putri Sundanese, Dyah Pitaloka Citraresmi, untuk memperkuat hubungannya dengan kerajaan tersebut. Namun, Gajah Mada, perdana menteri Majapahit, merencanakan pernikahan ini sebagai upaya untuk menjadikan Sunda sebagai vassal Majapahit. Ketika Raja Sunda mengetahui ini, ia menolak dan conflict meletus, yang akhirnya berakhir dengan tragedi bagi Kerajaan Sunda.

Kesimpulan

Jadi, apa perbedaan antara Perang Paregreg dan Perang Bubat jika dilihat dari faktor pemicunya? Dalam hal ini, kita dapat melihat bahwa Perang Paregreg dipicu oleh persaingan politik internal untuk kekuasaan, sementara Perang Bubat disebabkan oleh perselisihan mengenai upacara pernikahan yang dipicu oleh niat untuk menjadikan Kerajaan Sunda sebagai vassal Majapahit.

Kedua perang tersebut memilik sudut pandang yang unik, serta membuktikan bagaimana kerumitan politik dan ambisi personal bisa memicu konflik bersenjata, bahkan di antara mereka yang memiliki hubungan dekat dan hubungan keluarga. Setiap perang, tentu saja, lahir dari sejumlah faktor yang saling terkait, dan perbedaan serta kemiripan antara Perang Paregreg dan Perang Bubat membantu kita memahami bagaimana sejarah dinamis dan multifaset.

Leave a Comment