Konsep Literasi dan Penguatan Literasi Berbasis Bahan Bacaan Multimodal

Literasi, kata yang sering kita dengar di lingkungan pendidikan maupun luar pendidikan adalah suatu konsep yang memiliki banyak cakupan dan makna yang beragam. Literasi tidak lagi hanya berarti kemampuan membaca dan menulis tetapi telah berkembang mencakup kemampuan dalam memahami dan menginterpretasikan informasi serta kemampuan dalam berkomunikasi. Mendorong dan memperkuat literasi tentu menjadi suatu keharusan, apalagi di era digital seperti saat ini.

Bacaan multimodal, merupakan pendekatan baru dalam mencapai penguatan literasi ini. Sekarang, mari kita bahas lebih dalam apa itu konsep literasi, pengertian bacaan multimodal, serta bagaimana cara mendorong dan memperkuat literasi berbasis bacaan multimodal ini.

Konsep Literasi

Literasi tak hanya sebatas kemampuan untuk membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman yang mendalam tentang informasi dan bagaimana cara untuk menginterpretasikannya serta berkomunikasi. Dalam konteks ini, literasi dibagi menjadi dua: literasi tradisional dan literasi digital. Literasi tradisional melibatkan pemahaman mendalam tentang teks yang dicetak, sedangkan literasi digital menuntut kemahiran dalam memanfaatkan teknologi untuk mencari, mengolah, dan menyebarkan informasi.

Bacaan Multimodal: Pengertian dan Manfaatnya

Bacaan multimodal adalah sumber informasi yang mengintegrasikan modus teks, suara, gambar, animasi, dan video. Dalam era digital saat ini, sumber-sumber informasi menjadi semakin diversifikasi. Materi pembelajaran juga tidak lagi terbatas pada teks cetak di buku saja, tetapi sudah berkembang ke berbagai media seperti video, animasi, infografis, dan lainnya.

Penggunaan bacaan multimodal ini memberikan berbagai manfaat. Salah satunya adalah membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif, sehingga dapat meningkatkan minat dan pemahaman pembaca atau siswa.

Penguatan Literasi Berbasis Bacaan Multimodal

Untuk memperkuat literasi berbasis bacaan multimodal, ada beberapa langkah yang bisa diambil. Pertama, adalah dengan meningkatkan akses terhadap bahan bacaan multimodal. Hal ini bisa dilakukan dengan membantu siswa memahami bagaimana mencari dan menemukan bahan bacaan yang relevan di internet.

Kedua, adalah dengan memahami cara kerja dari multimodalitas ini. Guru dan orang tua perlu membantu siswa memahami bagaimana menafsirkan informasi dari berbagai modus yang ada. Misalnya, bagaimana menangkap informasi dari gambar, bagaimana menginterpretasikan suara, dan lain sebagainya.

Ketiga, adalah dengan melakukan praktik secara berkelanjutan. Seperti halnya skills lainnya, literasi juga memerlukan waktu dan latihan untuk diperkuat. Oleh karena itu, memberi siswa kesempatan untuk berlatih menggunakan berbagai jenis media akan sangat membantu.

Dengan mengambil pendekatan ini, kita dapat mendukung terciptanya generasi yang cerdas dan literat, yang mampu beroperasi dan berpartisipasi secara efektif di dalam masyarakat digital saat ini dan yang akan datang.

Leave a Comment