Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merupakan salah satu partai politik yang cukup berpengaruh di Indonesia. Namun, tahukah Anda bahwa ada sebuah surat yang menjadi titik awal berdirinya partai ini? Artikel ini akan mengungkap apa surat tersebut dan bagaimana kisah di baliknya.
Latar Belakang
Sebelum 1998, Indonesia masih berada dalam era Orde Baru yang mana otoritarianisme menjadi faktor dominan dalam pemerintahan. Pada masa ini, banyak pihak yang merasa tercecer dan ingin menyampaikan aspirasinya namun tak memiliki jalur yang tepat. Salah satu kelompok yang ingin mengekspresikan suaranya adalah masyarakat berbasis keagamaan.
Surat Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra, politisi dan akademisi yang dikenal luas di Indonesia, saat itu mengirimkan sebuah surat untuk disampaikan kepada KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Surat inilah yang menjadi titik awal terbentuknya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Surat tersebut menjelaskan perlunya sebuah partai politik yang akan merepresentasikan masyarakat berbasis keagamaan, khususnya masyarakat yang berasal dari ormas Nahdlatul Ulama (NU). Menurut Yusril IHza Mahendra, sebuah partai politik seperti ini penting untuk menghadapi perubahan politik yang akan datang.
Respons Gus Dur
Gus Dur kemudian meresapi pesan dalam surat tersebut, Santerian apa yang menjadi titik awal terbentuknya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). yang menjadi titik awal terbentuknya Partai Kebangkit berasal dari ormas Nahdlatul Ulama dan dia menyadari pentingnya peran partai ini dalam menyampaikan suara umat.
Pada bulan Mei 1998, KH Abdurrahman Wahid bersama beberapa tokoh NU lainnya, seperti Matori Abdul Djalil dan Alwi Shihab, sepakat untuk mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai ini didirikan dengan visi dan misi yang kuat, termasuk untuk melindungi hak-hak masyarakat beragama dan menciptakan suasana toleransi serta kebhinekaan di Indonesia.
Dampak Kebijakan
Setelah didirikan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berhasil meraih dukungan yang besar dari masyarakat serta ormas Nahdlatul Ulama. Namun, partai ini juga membuka pintu untuk penyatuan suara beragam kelompok masyarakat lainnya, seperti kaum nasionalis dan pluralis.
Kesimpulan
Surat yang ditulis oleh Yusril Ihza Mahendra telah menjadi momentum perubahan politik di era transisi Indonesia pasca-Orde Baru. Surat ini akhirnya melahirkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang memiliki peran penting dalam menjembatani aspirasi masyarakat berbasis keagamaan dan memperkuat sistem demokrasi di Indonesia.