Karateristik Umum dalam Teknik Abstraksi

Abstraksi adalah konsep yang sangat penting dalam dunia pemrograman dan seni. Dalam pemrograman, teknik ini digunakan untuk menyembunyikan kompleksitas detil dan hanya menampilkan fungsionalitas atau fitur penting. Sementara dalam seni, abstraksi mengacu pada gaya yang tidak realistis dan tidak mewakili subjek dalam cara yang literal. Sekilas, berikut ini yang termasuk dalam karakteristik umum pada teknik abstraksi adalah:

  1. Pengurangan Detil: Abstraksi berfokus pada ‘esensi’ suatu objek atau konsep, bukan ‘detil’. Dalam konteks pemrograman, ini berarti hanya menampilkan fitur penting dari suatu sistem atau modul dan mengabstraksi detilnya.
  2. Pendekatan Konseptual: Di dalam teknik abstraksi, penekanannya lebih pada ide atau konsep dibandingkan pada detil. Hal ini seringkali tampak jelas dalam karya seni abstrak, di mana objek tidak selalu dikenali, namun emosi dan ide yang ingin disampaikan oleh seniman jelas terlihat.
  3. Penyederhanaan: Mengingat tujuan utama abstraksi adalah memudahkan pemahaman, ia sering melibatkan penyederhanaan. Misalnya, sebuah sistem kompleks dapat diabstraksi menjadi sejumlah komponen yang lebih sederhana.
  4. Umum: Abstraksi biasanya umum dalam arti bahwa ia merangkum berbagai contoh atau kasus khusus. Ini berarti bahwa konsep abstrak dapat diterapkan dalam berbagai situasi.
  5. Pemisahan Antara Interface dan Implementasi: Dalam teknik abstraksi khususnya dalam pemrograman, terdapat pemisahan antara antarmuka (interface) dan implementasi. Interface menunjukkan apa yang bisa dilakukan, sementara implementasi menunjukkan bagaimana melakukan hal tersebut.

Abstraksi adalah suatu teknik yang unggul dan sangat berharga, baik dalam pemrograman maupun seni. Melalui karakteristik-karakteristik umum abstraksi yang telah disebutkan, kita bisa memahami bagaimana ia dapat membantu kita dalam mengurangi kompleksitas dan memudahkan pemahaman atas suatu sistem atau suatu karya seni.

Leave a Comment