Indonesia adalah sebuah bangsa yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang luar biasa. Meskipun Indonesia merupakan negara yang memiliki etnis, bahasa, dan agama yang beragam, namun bangsa ini tetap bersatu dengan satu nusa dan satu bangsa. Itulah sebabnya, Indonesia menolak dua ideologi luar yang berusaha masuk, yaitu liberalisme dan komunisme. Ada beberapa alasannya:
Sejarah dan Nilai-nilai Budaya
Pertama, latar belakang historis dan nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia secara substansial bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar dari kedua ideologi tersebut. Ideologi komunisme meruntuhkan struktur masyarakat berbasis kelas dan meniadakan hak milik pribadi. Ini bertolak belakang dengan konsep gotong royong dan hak milik pribadi yang dihargai dalam masyarakat Indonesia.
Sedangkan ideologi liberalisme, meskipun membawa prinsip kebebasan dan hak individu, sering kali dianggap bisa mengancam kerukunan hidup antar warga masyarakat karena dapat menyebabkan persaingan yang tidak sehat dan memperlebar jurang kesenjangan antara si kaya dan si miskin.
Pancasila sebagai Ideologi Bangsa
Kedua, Indonesia telah menentukan pilihannya untuk Pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila mencerminkan jiwa, kepribadian, dan aspirasi bangsa Indonesia dan menjadi panduan hidup berbangsa dan bernegara. Ideologi Pancasila menempatkan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang plural, gotong royong, dan berkeadilan sosial di atas segala-galanya. Oleh karena itu, setiap ideologi lain yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila akan ditolak oleh bangsa Indonesia.
Implikasi Geopolitik
Ketiga, relevansi geopolitik juga berperan penting. Selama periode Perang Dingin, komunisme dan liberalisme menjadi hal yang sangat kontroversial dan banyak negara mengalami konflik dan ketidakstabilan akibat kedua ideologi tersebut. Indonesia, yang berusaha menjaga stabilitas dan keutuhan negara, memilih untuk menjauhkan diri dari kedua ideologi tersebut.
Kecenderungan Terhadap Moderasi Politik
Keempat, secara umum, Indonesia cenderung moderat dalam hal politik dan lebih suka solusi konstruktif dan damai daripada pergeseran radikal yang diusulkan oleh liberalisme dan komunisme.
Singkatnya, penolakan terhadap ideologi liberalisme dan komunisme oleh bangsa Indonesia merupakan bukti dari keinginan Indonesia untuk mewujudkan visi dan cita-cita bangsa sendiri melalui ideologi Pancasila. Bangsa ini memilih untuk menjaga tradisi dan budayanya, mencari stabilitas dan perdamaian, serta menghormati hak dan kewajiban setiap warganya.