Pemahaman akun adalah hal pokok dalam menjalankan sistem pengendalian finansial sebuah perusahaan. Salah satu aspek yang seringkali belum mengemuka dan belum sepenuhnya dimengerti adalah tentang akun yang tidak dimasukkan dalam neraca saldo setelah penutupan. Inilah topik utama yang akan kita bahas dalam blog ini.
Definisi Neraca Saldo Setelah Penutupan
Neraca saldo setelah penutupan adalah laporan yang berisi saldo semua akun perusahaan setelah proses penutupan dilakukan. Proses penutupan sendiri adalah proses di mana semua akun pendapatan, biaya, dan pemilik modal (untuk entitas tunggal) atau laba ditahan (untuk entitas tertentu lainnya) diambil saldonya dan dikosongkan untuk memulai periode akuntansi baru.
Akun yang Tidak Dimasukkan dalam Neraca Saldo Setelah Penutupan
Akun yang tidak dimasukkan dalam neraca saldo setelah penutupan biasanya adalah akun sementara. Ini termasuk akun pendapatan, biaya, dan ringkasan laba-rugi. Alasan tidak termasuk adalah karena saldo di akun ini direset atau dikosongkan dalam proses penutupan. Itulah mengapa mereka disebut akun sementara, karena saldo mereka hanya berlaku untuk satu periode akuntansi dan tidak membawa saldo mereka ke periode berikutnya.
Konsekuensi dari Tidak Memasukkan Akun dalam Neraca Saldo Setelah Penutupan
Konsekuensi utamanya adalah bahwa neraca saldo setelah penutupan tidak akan mencerminkan hasil operasional bisnis selama periode tersebut. Itu akan selalu membuat neraca saldo tamat tampak seperti perusahaan tidak menghasilkan pendapatan atau mengeksekusi biaya dalam periode tersebut.
Kesimpulan
Sementara memahami akun yang biasa muncul dalam neraca saldo setelah penutupan adalah penting, memahami akun yang tidak dimasukkan juga sama pentingnya. Ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana proses penutupan bekerja dan juga bagaimana periode akuntansi dipersiapkan untuk dimulai dari awal. Seperti halnya bidang lain dalam akuntansi, ini adalah topik yang kompleks namun sangat penting untuk dipahami bagi siapa saja yang terlibat dalam mengendalikan finansial.