Sejarah telah mencatat bahwa persaingan untuk kekuasaan antara Spanyol dan Portugal berlangsung cukup sengit. Perselisihan ini terjadi tidak hanya pada tingkat domestik, namun juga pada tingkat internasional, khususnya dalam upaya mengeksplorasi dan mendapatkan keuntungan dari wilayah-wilayah baru di luar Eropa. Agar tidak berakhir dalam pertumpahan darah dan kerusakan, kedua negara ini akhirnya memilih jalan damai yakni dengan menandatangani sebuah perjanjian.
Konteks Perselisihan
Masa penjelajahan dan ekspansi global pada Abad ke-15 dan ke-16 merupakan titik awal dari perselisihan antara Portugis dan Spanyol. Kedua negara ini saling bersaing untuk mendapatkan keuntungan dari penemuan dan penjajahan wilayah baru. Iringan geografis yang belum jelas dan teknologi navigasi yang masih primitif, seringkali menjadikan kedua negara ini bertemu di tengah laut, yang sering kali berakhir pada pertikaian dan perang.
Penyelesaian Melalui Perjanjian
Untuk mengakhiri perselisihan ini, Paus Aleksander VI memutuskan untuk turut campur. Dikaruniai kebijakan politik dan pengetahuan geografis yang mumpuni, Paus mengusulkan garis bujur sebagai solusi. Garis bujur ini, yang disebut sebagai Garis Demarkasi, ditujukan sebagai solusi agar kedua negara dapat mengeksplorasi dan melakukan penjajahan tanpa saling mengganggu.
Wacana ini kemudian direalisasikan dalam sebuah perjanjian formal, yaitu “Perjanjian Tordesillas”, yang ditandatangani oleh kedua negara pada tahun 1494. Perjanjian ini membantu dalam menetapkan batas wilayah pengaruh dan penjajahan antara Portugal dan Spanyol.
Implikasi Perjanjian Tordesillas
Walaupun tampaknya perjanjian ini berhasil dalam menyelesaikan perselisihan antara Portugal dan Spanyol, namun ada beberapa polemik yang muncul. Salah satunya adalah penolakan dari negara-negara lain yang tengah berusaha melakukan penjajahan, seperti Inggris dan Perancis. Mereka merasa bahwa perjanjian ini diatur dan didominasi oleh dua kekuatan besar dan melupakan hak negara lain.
Selain itu, perjanjian ini juga turut membuka mata dunia bahwa penjajahan bukanlah solusi bagi pembangunan ekonomi dan politik. Hal ini justru memicu perampasan hak dan penindasan atas negara dan penduduk asli yang ditaklukkan.
Penutup
Secara umum, perjanjian antara Portugal dan Spanyol dapat diselesaikan dengan Perjanjian Tordesillas, yang mengakhiri perselisihan mereka dalam penjajahan wilayah baru. Meski demikian, perjanjian ini membawa implikasi baru dalam pandangan dunia tentang kolonialisme dan penjajahan. Sejarah ini menunjukkan bahwa solusi penyelesaian konflik melalui perjanjian haruslah adil dan mempertimbangkan hak-hak semua pihak yang terlibat.