Kejadiannya berlangsung saat nabi Muhammad saw. masih hidup sebagai pedagang terhormat dalam masyarakat Quraisy. Kisah ini jauh sebelum beliau mendapatkan wahyu, dan menjadi awal dari latar belakang penting baginya. Ini adalah kisah tentang pembantu Khadijah yang menemani Rasulullah selama berdagang ke Syam, bernama Maisarah.
Siapa Maisarah?
Maisarah adalah seorang hamba milik Khadijah, seorang saudagar kaya raya di Mekkah. Khadijah memberikan amanat pada Maisarah untuk menemani nabi Muhammad saw. dalam perjalanan bisnis panjang ke Syam. Tujuan utama perjalanan ini adalah mengurus barang dagangan milik Khadijah.
Perjalanan Ke Syam
Syam adalah salah satu lokasi berdagang yang penting pada masa itu. Nabi Muhammad saw. telah membangun reputasi sebagai pedagang yang jujur dan terpercaya, menjalankan bisnisnya dengan integritas tinggi. Ini adalah sebabnya Khadijah mempercayakan bisnisnya kepada Nabi, dengan Maisarah sebagai peneman dan asisten dalam perjalanan tersebut.
Selama perjalanan, Maisarah dapat melihat langsung sifat dan perilaku Nabi Muhammad saw. yang tinggi. Beliau selalu berperilaku adil, jujur, dan sabar dalam setiap kejadian. Maisarah juga menyaksikan keajaiban yang terjadi pada Nabi Muhammad saw., seperti berteduhnya awan di atas kepala beliau saat melakukan perjalanan.
Kesimpulan
Perjalanan bisnis ke Syam ini bukan hanya trip dagang biasa. Ini adalah momen di mana Maisarah, pembantu Khadijah, memiliki kesempatan untuk mengenal Nabi Muhammad secara pribadi. Perjalanan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah, bukan hanya bagi Maisarah, namun juga bagi masyarakat Quraisy secara keseluruhan.
Dari sini, Maisarah dapat memberikan laporan yang sungguh detail dan memuji kepada Khadijah tentang perilaku dan karakter luhur Nabi Muhammad saw. Laporan dari Maisarah ini sangat berpengaruh pada keputusan Khadijah untuk melamar Nabi Muhammad saw., yang kemudian menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam.
Melalui kisah Maisarah ini, kita mendapat pelajaran berharga tentang pentingnya integritas, kejujuran, dan karakter luhur dalam setiap aspek kehidupan kita, termasuk dalam berbisnis. Karakter seperti ini yang harus kita teladani dari Nabi Muhammad saw., meski dalam situasi yang paling menantang sekalipun.