Ketika berbicara tentang Kerajaan Majapahit, sebuah epik besar dari sejarah Indonesia, penelitian yang mendalam dan komprehensif adalah kunci untuk memahami detail, nuansa, dan kekayaan era tersebut. Bagi peneliti dan sejarawan, faktanya hanyalah sebagian kecil dari gambaran yang lebih besar. Mereka juga membutuhkan akses ke sumber data yang valid dan kredibel untuk menggambarkan dengan akurat bagaimana kehidupan berlangsung selama Kerajaan Majapahit.
Sumber Primer dan Sekunder
Sumber data primer dan sekunder adalah dua jenis data yang sangat penting dalam penelitian sejarah. Sumber primer untuk penelitian tentang Kerajaan Majapahit bisa mencakup artefak, catatan pribadi, dan dokumen asli dari zaman itu. Ini bisa berupa batu prasasti, peninggalan budaya, naskah asli, dan catatan lama yang ditulis pada masa Kerajaan Majapahit.
Di sisi lain, sumber sekunder bisa berupa buku dan karya tulis yang menafsirkan atau menganalisis sumber-sumber primer ini. Banyak buku sejarah dan artikel penelitian yang telah ditulis tentang Kerajaan Majapahit dapat memberi konteks dan penafsiran yang mendalam tentang informasi yang ditemukan dalam sumber primer.
Sumber Data Digital
Era digital saat ini menyediakan berbagai sumber data baru yang bisa digunakan dalam penelitian tentang Kerajaan Majapahit. Database online, arsip digital, dan situs web penelitian dapat memberikan informasi tambahan yang berguna bagi peneliti. Misalnya, berbagai universitas dan institusi penelitian menyediakan akses ke sumber daya tersebut.
Arsip Fisik
Sejumlah besar informasi tentang Kerajaan Majapahit bisa ditemukan dalam arsip fisik di sejumlah institusi. Misalnya, Museum Nasional Indonesia dan Perpustakaan Nasional Indonesia memiliki koleksi yang berisi sumber daya penting tentang Kerajaan Majapahit, termasuk prasasti, artefak dan naskah kuno.
Penutup
Sejatinya, penelitian tentang Kerajaan Majapahit memerlukan berbagai jenis sumber data untuk mendapatkan gambaran yang lengkap dan dapat dipercaya tentang era ini. Ini termasuk sumber primer dan sekunder, sumber data digital, dan arsip fisik. Dengan mengakses dan menggabungkan semua sumber data ini, peneliti dapat mendekati pemahaman yang jelas dan akurat tentang kehidupan di Kerajaan Majapahit.