Majapahit, salah satu kerajaan paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia, telah banyak meninggalkan jejak sejarah yang menakjubkan. Salah satu catatan sejarah tersebut adalah penemuan Pancasila dalam sebidang literatur mereka. Ya, Anda tidak salah baca, istilah “Pancasila” bukan hanya sebuah konsep dasar negara Indonesia modern, tapi juga sudah ada dalam narasi zaman Majapahit.
Sejarah singkat Majapahit
Majapahit diakui secara luas sebagai puncak kemegahan peradaban Nusantara. Didirikan pada tahun 1293 oleh Raden Wijaya, kerajaan ini mengendalikan wilayah yang sekarang dikenal sebagai Indonesia dan negeri tetangga. Pada masa kejayaannya, Majapahit berkembang menjadi salah satu negara maritim paling dominan di Asia Tenggara, dan para pemimpinnya dikenal karena kebijakan mereka yang bijaksana dan progresif.
Pancasila dalam Naskah Kuno Majapahit
Beberapa peneliti telah menemukan rujukan menarik tentang Pancasila di dalam naskah dari era Majapahit. Meski konsep ini dikenal sebagai idiom modern dan dasar filosofis Republik Indonesia, istilah Pancasila – berarti “lima prinsip” – tampaknya juga telah digunakan pada zaman Majapahit.
Naskah tersebut berisikan lima prinsip yang menjadi pegangan pada era tersebut, mirip namun tidak sama dengan Pancasila yang kita kenal hari ini. Prinsip-prinsip ini mencakup kebajikan dan moral yang dirumuskan dalam konteks masyarakat dan moralitas zaman mereka. Meski konteksnya berbeda, tetapi cakrawala nilai fundamentalnya tetap relevan hingga saat ini: pembelajaran yang berkelanjutan, keadilan sosial, dan penghargaan terhadap keanekaragaman.
Implikasi Historis dan Kontemporer
Penemuan ini membuka keragaman perspektif baru dalam memandang Pancasila, bukan hanya sebagai fondasi negara modern Indonesia, tetapi juga sebagai konsep yang memiliki akar sejarah panjang di dalam tradisi lokal. Ini mengingatkan kita bahwa sejarah dan budaya kita kaya dan bermakna, dengan nilai-nilai dasar yang mampu bertahan melalui berbagai zaman dan perubahan sosial.
Memahami Pancasila sebagai bagian dari sejarah lokal yang lebih luas juga berpotensi memperkaya interpretasi kita terhadap nilai-nilai ini. Menyadari bahwa konsep ini memiliki riwayat yang panjang dalam tradisi kita, bisa menjadi cara untuk mempertajam makna dan relevansi Pancasila dalam konteks modern.
Akhir kata, pengeksplorasian lebih lanjut tentang keberadaan Pancasila pada zaman Kerajaan Majapahit semoga bisa membantu kita semua mempelajari lebih lanjut tentang sejarah dan budaya bangsa Indonesia, serta lebih menghargai warisan nilai dan tradisi yang telah lama berlalu.