Sebuah momen bersejarah dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW dan umat Islam adalah ketika beliau melakukan hijrah dari Makkah ke Yatsrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah. Namun, peristiwa bersejarah lainnya yang juga penting adalah kedatangan Ali bin Abu Talib ke Yatsrib, menjalankan perintah tinggal untuk melindungi keluarga dan harta Nabi Muhammad di Makkah. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang waktu atau jarak antara kedatangan Nabi Muhammad SAW di Yatsrib hingga Ali menyusul.
Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib
Hijrah tidak hanya merupakan sebuah perjalanan fisik dari satu tempat ke tempat lain. Ini juga melambangkan transisi dari penindasan ke kebebasan, dan dari pengekangan ke ekspansi ajaran Islam.
Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah ke Yatsrib pada bulan Rabiul Awal tahun 622 Masehi. Ditindas dan dianiaya di Makkah, Nabi Muhammad dan para pengikutnya mencari perlindungan dan kebebasan beribadah di Yatsrib. Perjalanan ini adalah titik balik dalam sejarah Islam dan merupakan awal dari kalender Hijriyah.
Kedatangan Ali bin Abu Talib di Yatsrib
Setelah Nabi Muhammad tiba di Yatsrib, beliau memerintahkan Ali bin Abu Talib untuk tetap tinggal di Makkah guna melindungi keluarga dan harta yang ditinggalkan. Posisi Ali sangat penting karena ia bertanggung jawab untuk mengembalikan harta kepada pemiliknya yang telah dipercayakan kepada Nabi Muhammad.
Berbekal keberanian dan kesabaran yang luar biasa, Ali berhasil menjalankan tugas ini dan kemudian melakukan perjalanan untuk menyusul Nabi Muhammad ke Yatsrib. Menurut kronologis sejarah, Ali menyusul tiga hari setelah Nabi Muhammad tiba di Yatsrib.
Pengaruh Perjalanan Menyusul Ini pada Sejarah Islam
Momen ini, yaitu jarak antara kedatangan Nabi Muhammad SAW di Yatsrib hingga Ali menyusul, seolah menjadi lambang komitmen dan pengorbanan yang besar. Ali, yang merupakan sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad, menunjukkan kesetiaan luar biasa dan kesiapannya untuk mengambil risiko demi menjalankan perintah Nabi.
Lebih dari itu, periode ini menjadi awal pembentukan komunitas Muslim di Madinah. Momen ini membantu menetapkan fondasi dan pemahaman bahwa Islam adalah agama yang menghargai kepercayaan dan tanggung jawab.
Penutup
Jarak antara kedatangan Nabi Muhammad di Yatsrib hingga Ali menyusul adalah periode singkat, tetapi memiliki dampak yang sangat besar dan mengubah alur sejarah Islam. Ini bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga tentang perjalanan iman, pengorbanan, dan komitmen. Jika umat Islam hari ini dapat menarik pelajaran dari momen tersebut, dapatkah kita juga menunjukkan komitmen, kesabaran dan keberanian yang sama dalam menegakkan ajaran Islam?