Saat membicarakan novel epik yang juga merupakan karya seni sastra, “Love in the Time of Cholera” karya Gabriel Garcia Marquez pasti akan muncul dalam pikiran banyak orang. Gabriel Garcia Marquez, penulis Kolombia yang memenangkan hadiah Nobel, menceritakan kisah cinta tragis yang indah yang berpusat pada dua tokoh utama. Kendati demikian, siapakah nama tokoh utama kedua dalam novel ini?
Sumber Gambar: Lorem ipsum
Inilah Siapa Tokoh Utama Kedua di Love in The Time of Cholera
Gabriel Garcia Marquez menciptakan dua karakter utama dalam novel tersebut yaitu Florentino Ariza dan Fermina Daza. Jika kita sebut Florentino sebagai karakter utama pertama, maka karakter utama kedua adalah Fermina Daza.
Fermina Daza, yang tumbuh menjadi wanita cantik dan anggun, adalah sosok yang telah merebut hati Florentino Ariza sejak awal pertemuan mereka. Meski merasa jatuh cinta, affiliasi sosial dan pendidikan mereka menjadi penghalang dalam perjalanan cinta mereka. Karakter Fermina Daza ini digambarkan sebagai wanita yang kuat, mandiri, dan juga sangat bangga. Dia merupakan seseorang yang tidak takut untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, meski harus merelakan beberapa hal.
Peran Fermina Daza dalam Love in The Time of Cholera
Fermina Daza memainkan peran yang sangat penting dalam novel ini. Dia adalah pusat dari segala konflik dan juga solusi. Dalam novel ini, pembaca dapat melihat bagaimana Fermina bergulat dengan perasaan cinta yang ia miliki untuk Florentino dan juga tuntutan sosial yang harus ia penuhi. Disisi lain, Fermina juga diporayakan sebagai sosok yang teguh pada pendiriannya dan juga berperan sebagai simbol dari kekuatan wanita.
Karakter Fermina Daza ini memang telah diromantisasi oleh Gabriel Garcia Marquez. Penulis seakan ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa cinta sejati bisa bertahan melawan segala rintangan dan juga dapat menunggu selama mungkin. Fermina, selama rentang waktu 50 tahun, menjadi simbol penantian cinta sejati.
Kesimpulan
“Love in the Time of Cholera” adalah kisah cinta yang tak biasa. Meski dipenuhi dengan rintangan dan juga tragedi, kedua tokoh utamanya – Florentino Ariza dan Fermina Daza – mampu melaluinya dengan cinta mereka yang tak tergoyahkan. Melalui tokoh utama kedua, Fermina Daza, Marquez berhasil merayakan keunikan dan kekuatan wanita.