Al Quran Pernah Menyebutkan Bahwa Manusia Bisa Lebih Sesat Dari Hewan Ternak

Salah satu keistimewaan yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah akal dan kecerdasannya. Meskipun demikian, Al Quran melalui beberapa ayatnya menyebutkan bahwa manusia memiliki potensi untuk lebih sesat dari hewan ternak. Dalam postingan blog ini, kita akan membahas lebih dalam tentang topik ini dan bagaimana Al Quran menggunakan analogi tersebut untuk mengajak manusia agar selalu waspada terhadap kelalaian dan kekufuran.

Ayat-ayat Al Quran Menyinggung Kesesatan Manusia

Sebagai pedoman hidup umat Muslim, Al Quran tak hanya membahas tentang prinsip-prinsip keimanan dan ketaatan, tetapi juga memberi peringatan tentang bahaya kesesatan dan dosa. Salah satunya melalui Surah Al-A’raf (7:179):

Dan sesungguhnya Kami telah jelaskan untuk mereka berbagai macam azab; akan tetapi kebanyakan mereka tiada memahami tentang itu. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi penghuni) neraka Jahanam banyak dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak memahaminya, mereka mempunyai mata (tetapi) tidak melihat dengannya, dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak mendengar dengannya. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa banyak manusia dan jin yang telah dijelaskan berbagai macam azab, tetapi masih saja tidak paham. Mereka dikatakan lebih sesat dari hewan ternak karena lebih lalai meskipun memiliki hati, mata, dan telinga.

Makna Dari Kesesatan Manusia Yang Lebih Dari Hewan Ternak

Dalam pengertian konteks ayat tersebut, lebih sesat dari hewan ternak bukan berarti manusia benar-benar menjadi hewan, tetapi mencerminkan potensi kesesatan yang lebih besar. Hal ini dikarenakan manusia dilengkapi dengan akal dan potensi untuk memahami dan memikirkan sesuatu yang lebih kompleks. Sebagai contoh, hewan ternak tidak mampu untuk menentukan tujuan hidupnya sendiri, namun manusia diberi kebebasan dan akal untuk menentukan tujuan hidup dan cara hidupnya.

Pentingnya Menggali Hikmah dari Ayat ini

Pemahaman kita tentang ayat ini tidak bisa berhenti hanya pada penjelasan konteks dan maknanya, tetapi harus menggali hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat ini mengajak kita untuk tidak hanya menggunakan hati, mata, dan telinga secara harafiah, tetapi juga untuk melibatkan kecerdasan dan akal dalam merenung dan memahami pelajaran yang diberikan oleh Al Quran.

Dengan demikian, kita harus waspada terhadap kelalaian, kebodohan, dan kesesatan yang dapat menjerumuskan kita ke dalam kehidupan yang lebih buruk dari hewan ternak. Kita harus terus berusaha untuk meningkatkan pemahaman kita akan ajaran Al Quran, dan berdoa agar Allah selalu membimbing kita ke jalan yang lurus dan teranggung jawab atas tugas dan amanah yang telah diberikan kepada kita sebagai manusia.

Kesimpulan

Al Quran menyebutkan bahwa manusia bisa lebih sesat daripada hewan ternak karena orang yang lalai dalam memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran agama. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus belajar, beribadah, dan bermuhasabah agar kita tidak terjerumus ke dalam kesesatan. Ingatlah bahwa kita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang dianugerahi akal dan kebijaksanaan, maka gunakanlah anugerah tersebut dengan bijak dan bertanggung jawab.

Leave a Comment