Kata kunci “tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” dipetik langsung dari surah Adz-Dzariyat ayat 56 dalam Al-Quran. Ayat ini mengungkapkan maksud dan tujuan utama penciptaan jin dan manusia, yakni untuk beribadah kepada Allah. Dalam artikel blog ini, kita akan membahas lebih dalam tentang pemahaman dan praktik beribadah dalam konteks ayat ini, serta relevansinya dalam mengarahkan kehidupan kita.
Pemahaman tentang Beribadah
Beribadah, dalam konteks ayat ini, melampaui pengertian umum yakni melaksanakan ibadah ritual seperti shalat, puasa, membaca Al-Quran, dan lainnya. Sementara itu, beribadah juga merujuk kepada konsep keseluruhan tentang bagaimana seseorang menjalani kehidupannya; dengan berani, dedikasi dan pengabdian kepada Allah.
Hal ini sejalan dengan makna ‘Ibadah dalam bahasa Arab yang berarti perjalanan atau cara hidup. Pengertian ini menggambarkan bahwa beribadah bukan sekedar ritual, namun merupakan cara hidup.
Praktik Beribadah
Jika kita memahami beribadah sebagai sebuah cara hidup, maka setiap kegiatan kita dapat menjadi cara beribadah sepanjang dipandu oleh niatan murni untuk mencari keridhaan Allah.
Praktik beribadah bisa berupa ketaatan kita kepada aturan yang telah ditetapkan. Baik itu tentang menjaga hubungan dengan Allah, seperti melaksanakan shalat dan berdoa, maupun menjaga hubungan dengan sesama manusia dan sekitar kita, seperti berperilaku baik, menolong orang lain, atau menjaga lingkungan. Hal ini menggambarkan bahwa beribadah bukan hanya tentang hubungan vertikal antara kita dengan Allah, namun juga hubungan horizontal antara kita dengan sesama manusia dan alam sekitar.
Relevansi Ayat ini dalam Kehidupan
Ayat ini memberikan penekanan bahwa tujuan utama kehidupan jin dan manusia adalah beribadah kepada Allah. Hal ini memberikan arah dan tujuan hidup bagi kita, serta menjadi dasar bagi setiap keputusan dan aksi yang kita ambil.
Lebih dari sekadar tuntutan untuk beribadah, ayat ini juga mengingatkan bahwa kita, sebagai makhluk yang diciptakan Allah, memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk beribadah. Maka, kita harus mencoba sebisa mungkin untuk menjalani kehidupan ini dengan cara yang diridhai-Nya.
Dalam konteks ini, beribadah berarti aktif mencari cara untuk memenuhi keinginan Tuhan kita melalui pemikiran, kata-kata, dan tindakan kita. Apapun profesi kita, apapun status sosial kita, kita semua memiliki panggilan yang sama: untuk mencintai dan melayani Allah melalui pelayanan dan cinta kita kepada sesama dan lingkungan kita.
Dengan ini, mari kita perbarui niat dan arahkan fokus kita kepada tujuan utama kehidupan ini. Meskipun jalan yang kita tempuh mungkin berbeda, namun tujuannya tetap sama, yaitu beribadah kepada Allah. Sepanjang jalan ini, kita akan belajar dan tumbuh, menghadapi tantangan, namun jika kita berpegang teguh pada tujuan ini, kita akan menemukan kehidupan yang lebih kaya dan berarti di dalam ibadah kita kepada Allah.