Perjanjian Tordesillas: Solusi atas Perselisihan antar Portugis dan Spanyol

Pada era penjelajahan kolonial, konflik antara dua kerajaan paling kuat di Eropa, yaitu Portugal dan Spanyol, tidak bisa dihindari. Wilayah baru yang sangat luas menimbulkan perselisihan mengenai siapa yang memiliki hak untuk menjajah dan menguasai. Perselisihan antar Portugis dan Spanyol ini akhirnya berakhir dengan sebuah perjanjian yang kita kenal dengan Perjanjian Tordesillas.

Latar Belakang Perselisihan

Belum lama setelah Columbus mendarat di Dunia Baru pada 1492 atas nama Spanyol, negara-negara Eropa lainnya, termasuk Portugal, juga ingin mengklaim hak atas daratan dan kekayaan baru yang telah ditemukan. Jelas ada kebutuhan untuk menghindari konflik militer yang mahal dan berpotensi merusak, jadi solusi diplomatis diperlukan.

Perjanjian Tordesillas

Solusi datang dalam bentuk Perjanjian Tordesillas yang ditandatangani pada tahun 1494. Perjanjian ini mengakhiri perselisihan antara kedua belah pihak dengan menciptakan sebuah garis pemisah imaginatif yang melintasi Bumi dari kutub utara ke kutub selatan. Wilayah di sebelah barat garis tersebut diberikan kepada Spanyol, sementara wilayah di sebelah timurnya diberikan kepada Portugal.

Sebagai sebuah diplomasi dan kompromi, Perjanjian Tordesillas sangat efektif dalam mencegah konflik langsung antara dua kerajaan Eropa tersebut, memungkinkan mereka untuk fokus pada penjajahan dan ekspansi tanpa harus khawatir tentang perang dengan satu sama lain.

Dampak Perjanjian Tordesillas

Perjanjian ini memiliki dampak besar pada sejarah dunia. Garis yang ditarik oleh Perjanjian Tordesillas memengaruhi distribusi kekuasaan penjajahan di Amerika Latin; Spanyol mendominasi kebanyakan daerah, sedangkan Portugal menerima yang sekarang menjadi Brazil.

Meskipun perjanjian ini cukup efektif dalam mencegah konflik langsung antara Spanyol dan Portugal, dampaknya pada penduduk asli yang sudah tinggal di wilayah tersebut tidak dianggap. Hak-hak dan keinginan penduduk asli sering kali diabaikan atau dilanggar, sebuah episode tragis dalam sejarah manusia yang tetap relevan sampai hari ini.

Kesimpulan

Perselisihan antar Portugis dan Spanyol yang dapat diselesaikan dengan sebuah perjanjian adalah contoh bagaimana diplomasi dan kompromi dapat mencegah konflik berdarah. Namun, juga penting untuk mengingat bahwa dalam penjajahan dan ekspansi, suara dan hak-hak orang yang tidak memiliki kekuatan atau perwakilan seringkali diabaikan. Sejarah ini harus membantu kita belajar dari masa lalu dan berusaha untuk lebih adil dan inklusif dalam hubungan internasional.

Leave a Comment