Australia dan Indonesia, dua negara yang terletak di kawasan Asia Pasifik, memiliki hubungan diplomatik yang sudah terjalin lama. Namun, hubungan antara kedua negara ini tidak selalu berjalan mulus dan sering mengalami pasang surut. Salah satu momen penting dalam sejarah hubungan kedua negara ini adalah ketika Australia berbalik mendukung Indonesia. Artikel ini akan membahas latar belakang perubahan sikap Australia ini dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
Hubungan Awal Australia dan Indonesia
Hubungan diplomatik antara Australia dan Indonesia dimulai pada tahun 1949 ketika Australia menjadi salah satu negara yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Pada masa itu, ikatan yang terjalin antara kedua negara cukup erat, terutama di bidang pendidikan dan budaya. Namun, mulai tahun 1950-an hubungan Australia dan Indonesia mulai mengalami ketegangan akibat perbedaan pandangan dalam masalah politik dan pertahanan.
Alasan Ketegangan Hubungan
Ketegangan hubungan antara Australia dan Indonesia terjadi karena beberapa faktor. Pertama, Australia yang saat itu menjalin hubungan erat dengan Amerika Serikat, menjadi makin khawatir dengan penguatan nasionalisme Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Soekarno. Beberapa kebijakan Soekarno seperti mengekspansi pengaruh ke wilayah Papua Barat dan konfrontasi dengan Malaysia membuat situasi semakin tegang. Kedua, melemahnya ekonomi Australia pada tahun 1960-an menyebabkan kebijakan luar negeri menjadi lebih agresif untuk melindungi kepentingan bisnis dan keamanan. Hal ini membuat Indonesia kian mencurigai Australia.
Australia Berbalik Mendukung Indonesia
Perubahan sikap Australia terhadap Indonesia terjadi pada pertengahan tahun 1960-an disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan:
- Perubahan Pemerintahan di Indonesia: Dorongan perubahan politik di Indonesia, yang diawali oleh G30S dan dilanjutkan dengan pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Jenderal Soeharto, membuat Australia melihat Indonesia sebagai mitra yang lebih strategis.
- Tuntutan Luar Negeri: Beberapa kebijakan luar negeri Australia, seperti keikutsertaan dalam Perang Vietnam dan usaha menjaga perdamaian di kawasan Asia Tenggara, membuat Australia memandang penting mendukung Indonesia sebagai langkah strategis menjalin hubungan yang lebih baik dengan negara-negara tetangga.
- Kebutuhan Ekonomi: Pemulihan kemerosotan ekonomi tahun 1960-an di Australia, membuat pemerintah lebih tertarik mencari nikmat ekonomi dari hubungan dengan Indonesia. Pembangunan di Indonesia pada masa Orde Baru, menyediakan banyak peluang bisnis bagi Australia dalam bidang infrastruktur, energi, dan jasa.
Sebagai hasil dari perubahan sikap Australia ini, hubungan antara kedua negara mengalami peningkatan yang signifikan. Beberapa kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, dan pendidikan pun mulai dijalankan oleh kedua negara.
Kesimpulan
Latar belakang Australia berbalik mendukung Indonesia pada pertengahan tahun 1960-an dipengaruhi oleh perubahan politik di Indonesia dan kebutuhan ekonomi dan strategis Australia. Perubahan sikap ini menciptakan hubungan yang lebih erat dan saling menguntungkan antara kedua negara sejak itu. Meskipun masih ada beberapa masalah dan ketegangan pada periode-periode berikutnya, hubungan antara Australia dan Indonesia telah menunjukkan bahwa kerja sama yang baik menjadi fundamental untuk keberhasilan dan stabilitas kawasan Asia Pasifik.