Menjaga Alam dalam Tunjuk Ajar Melayu dan Ajaran Islam: Sebuah Kaitan Tak Terpisahkan

Kaitan antara menjaga alam dalam tunjuk ajar Melayu dengan ajaran Islam terletak pada nilai-nilai yang dianjurkan untuk menjaga keseimbangan alam semesta dan kesejahteraan manusia.

Latar Belakang

Tunjuk ajar Melayu adalah suatu bentuk petuah atau nasihat yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam masyarakat Melayu. Petuah-petuah Melayu ini sudah lama ada, bahkan sebelum Islam datang ke Nusantara. Namun, ketika Islam masuk ke Melayu, nilai-nilai dalam tunjuk ajar Melayu ini bukanlah bertentangan dengan Islam, melainkan sejalan dan seringkali ada kaitannya dengan ajaran yang ada dalam Islam.

Sejalan dengan itu, tunjuk ajar Melayu yang berkaitan dengan menjaga alam pun menjadi bagian terpenting dalam ajaran Islam. Menjaga alam menjadi penting, karena alam adalah sumber kehidupan manusia. Alam yang terjaga dengan baik akan memberikan manfaat yang besar kepada manusia.

Menjaga Alam dalam Tunjuk Ajar Melayu

Menjaga alam menjadi salah satu bagian penting dalam tunjuk ajar Melayu. Beberapa contoh tunjuk ajar Melayu yang berkenaan dengan menjaga alam antara lain:

  1. “Alam tak akan merajuk, jika kita tidak merajuk alam” – Artinya, alam akan terus memberikan manfaat kepada manusia selama manusia bisa menjaga dan merawat alam dengan baik.
  2. “Pohon tak akan tumbuh subur jika tanahnya tidak diberi pupuk” – Artinya, kita harus merawat alam agar tetap subur dan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
  3. “Air laut adalah sahabat nelayan, air sungai adalah sahabat petani” – Alam menjadi sumber kehidupan manusia, alam yang terjaga akan mendukung kehidupan manusia, terutama para petani dan nelayan.

Menjaga Alam dalam Ajaran Islam

Dalam Islam, menjaga alam termasuk dalam kategori maqasid syariah, yaitu tujuan syariah yang bertujuan untuk menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Sejalan dengan itu, beberapa ayat dalam Al-Qur’an dan hadis menyatakan pentingnya menjaga alam, antara lain:

  1. Surat Ar-Rum ayat 41: “Kerusakan telah muncul di darat dan laut, karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).” – Ayat ini menekankan bahaya kerusakan alam yang disebabkan oleh perbuatan manusia dan mengajak manusia untuk segera kembali ke jalan yang benar dan menjaga alam.
  2. Hadis Riwayat Abu Dawud: “Sesungguhnya dunia ini hijau dan manis, dan Allah telah menjadikan kamu sebagai khalifah (pemimpin) di atasnya” – Hadis ini mengingatkan manusia bahwa mereka diberi amanah oleh Allah untuk menjaga alam yang ada di bumi.

Kaitan Menjaga Alam dalam Tunjuk Ajar Melayu dan Ajaran Islam

Secara umum, tunjuk ajar Melayu yang berkaitan dengan menjaga alam tidak bertentangan dengan ajaran Islam, malah saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain. Keduanya menyampaikan pesan yang sama, yaitu betapa pentingnya menjaga dan merawat alam demi kesejahteraan dan kesinambungan hidup.

Kaitan antara menjaga alam dalam tunjuk ajar Melayu dan ajaran Islam menunjukkan bahwa kedua nilai tersebut harus dijaga dan dilestarikan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kebijakan negara yang bersangkutan. Hal ini sejalan dengan konsep rahmatan lil’alamin, di mana Islam datang untuk memberikan rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam.

Kesimpulan

Kaitan antara menjaga alam dalam tunjuk ajar Melayu dan ajaran Islam menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut harus dijaga dan dilestarikan demi keseimbangan alam semesta dan kesejahteraan manusia. Keduanya saling melengkapi dan mengajak manusia agar selalu menjaga alam agar alam tetap menjadi sumber kehidupan yang berlimpah bagi generasi mendatang.

Leave a Comment