Di dunia sosiologi, satu konsep yang sering dibincangkan adalah ‘Gemeinschaft dan Gesellschaft’, dua kata yang sebenarnya berakar dalam bahasa Jerman. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh seroang sociolog berpengaruh, Ferdinand Tönnies, pada abad ke-19. Lebih spesifik lagi, kita akan membahas tentang konsep ‘Gemeinschaft’, atau terjemahan bebasnya ‘komunitas’. Menurut Tönnies, di dalam Gemeinschaft, paguyuban atau komunitas dapat dibedakan menjadi tiga tipe. Mari kita pelajari lebih rinci tentang tipe ini.
1. Gemeinschaft Berbasis Keluarga
Tipe paguyuban dalam Gemeinschaft yang pertama adalah berbasis keluarga atau dalam bahasa aslinya disebut ‘Familienwesen’. Tönnies berpendapat bahwa hubungan dalam keluarga adalah hubungan Gemeinschaft yang paling dasar. Ciri utama dari tipe ini adalah kebersamaan dan interaksi yang dalam dan riil antara anggota yang dibangun berdasarkan darah, ikatan kekerabatan dan rasa kasih sayang.
2. Gemeinschaft Berbasis Tetangga
Tipe kedua dari paguyuban dalam Gemeinschaft adalah yang berbasis tetangga atau ‘Nachbarschaft’. Dalam tipe ini, penghuni tetangga berinteraksi dan menjalin relasi dalam konteks lingkungan tempat tinggal. Relasinya tidak didasarkan pada ikatan darah, melainkan pada pertukaran layanan dan bantuan. Kunci dari tipe ini adalah kerjasama dan toleransi antar tetangga.
3. Gemeinschaft Berbasis Pertemanan
Terakhir, Tönnies memperkenalkan tipe paguyuban berbasis pertemanan atau ‘Freundschaft’. Tipe ini mencakup hubungan dalam komunitas yang dibangun berdasarkan pertemanan. Tönnies melihat pertemanan sebagai bentuk Gemeinschaft yang tak kalah penting, karena melalui pertemanan, orang dapat saling memahami dan menghargai, serta membantu satu sama lain dalam melewati rintangan hidup.
Dengan dipahaminya bahwa Gemeinschaft menawarkan lebih dari satu tipe paguyuban, kita dapat lebih menghargai dinamika dan keragaman di dalam komunitas. Dalam konteks kehidupan sosial, ini adalah langkah penting untuk memahami bagaimana masyarakat kita terbentuk dan berfungsi. Dengan demikian, kita dapat lebih efektif dalam memajukan tujuan kolektif dan menyelesaikan isu-isu sosial.