Wawancara sering digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari penelitian, jurnalisme, hingga dunia korporat. Hasil wawancara dibuat dengan tujuan untuk menggali informasi dan pemikiran individu, serta mengungkap perspektif mereka tentang topik tertentu. Untuk menyampaikan hasil wawancara secara efektif, penting bagi seseorang untuk mampu menciptakan ekspresi ucapan yang tepat saat mempresentasikannya dalam sebuah laporan. Dalam tulisan ini, kita akan membahas berbagai wujud ekspresi ucapan yang dapat gunakan dalam mempresentasikan laporan hasil wawancara.
1. Penekanan pada poin penting
Dalam mempresentasikan hasil wawancara, tentukan poin utama yang ingin dikomunikasikan kepada audiens. Berikan penekanan pada poin tersebut melalui intonasi suara yang jelas, nada, dan ritme yang sesuai. Selalu ingat bahwa poin utama haruslah relevan dengan topik wawancara yang sedang dibahas.
2. Menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti
Hal yang penting dalam berkomunikasi adalah menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti oleh audiens. Hindari penggunaan istilah teknis atau jargon yang tidak umum dipahami oleh orang banyak, kecuali jika audiens yang dituju adalah ahli dalam bidang tersebut. Jika perlu menggunakan istilah teknis, jelaskan terlebih dahulu artinya agar audiens dapat memahaminya.
3. Menyampaikan emosi dan perasaan narasumber
Hasil wawancara sering mencakup emosi dan perasaan narasumber terkait topik yang dibahas. Cobalah untuk menangkap dan menyampaikan emosi ini kepada audiens dengan cara menggunakan ekspresi wajah, gestur, serta nada suara yang sesuai. Jangan lupa untuk menjaga etika dalam menyampaikan emosi dari narasumber dan menghormati perasaan mereka.
4. Mengutip pernyataan narasumber
Mengutip pernyataan narasumber secara langsung dapat memberikan konteks yang lebih jelas pada audiens tentang jawaban dan pendapat mereka. Pastikan untuk mengutip pernyataan narasumber dengan akurat dan tanyakan izin terlebih dahulu jika perlu.
5. Beri contoh yang relevan
Contoh-contoh yang relevan dengan topik wawancara akan membantu audiens lebih memahami poin yang ingin disampaikan. Pastikan contoh yang digunakan berasal dari narasumber dan relevan dengan topik yang sedang dibahas. Jika perlu, sampaikan juga sumber dan konteks contoh tersebut agar lebih meyakinkan.
6. Membawa audiens berempathi
Dalam wawancara yang bersifat pribadi atau emosional, tujuan utama mungkin ingin membawa audiens berempathi dengan narasumber. Menciptakan suasana yang nyaman dan empati adalah kunci untuk menyampaikan pesan dengan efektif kepada audiens.
Kesimpulan
Mempresentasikan hasil wawancara bukanlah tugas yang mudah. Namun, dengan menggunakan wujud ekspresi ucapan yang tepat dan fokus pada elemen-elemen yang telah disebutkan di atas, Anda dapat memastikan bahwa informasi yang didapat dari wawancara disampaikan dengan cara yang jelas, penuh empati, dan efektif kepada audiens.