Ketika melihat berbagai benda di sekitar kita, mungkin kita tidak langsung menyadari bahwa banyak di antaranya yang menggunakan prinsip gaya pegas dalam fungsinya. Prinsip gaya pegas ini berkaitan dengan hukum Hooke, yang menyatakan bahwa gaya yang bekerja pada sebuah pegas akan berbanding lurus dengan perubahan panjangnya. Pada artikel ini, kita akan membahas tiga benda yang memanfaatkan prinsip gaya pegas, yaitu sendok plastik, per, dan ketapel.
Sendok Plastik
Sendok plastik mungkin bukan hal yang umum kita pikirkan ketika membahas tentang prinsip gaya pegas. Namun, jika Anda pernah menggunakan sendok plastik untuk mengambil makanan yang keras, seperti es krim atau nasi kepal, Anda akan merasakan bagaimana sendok tersebut melentur atau kita bisa bilang “menggunakan gaya pegas” untuk mengambil makanan tersebut.
Dalam hal ini, sendok plastik bisa dianggap sebagai pegas dengan koefisien elastisitas yang rendah. Ketika kita menekan sendok pada makanan keras, ia melentur dan menyimpan energi potensial elastis. Setelah itu, ketika kita lepaskan, sendok akan kembali ke bentuk semula dan energi potensial tersebut berubah lagi menjadi energi kinetik.
Per
Per adalah contoh klasik dari benda yang memanfaatkan prinsip gaya pegas. Per digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari jam tangan, mainan anak-anak, hingga suspensi kendaraan. Per bekerja dengan cara menyimpan energi ketika ditekan atau ditarik, lalu melepaskan energi tersebut dengan mengembalikan bentuknya saat beban dilepaskan.
Dalam konteks prinsip gaya pegas, per mempunyai koefisien elastisitas yang lebih tinggi daripada sendok plastik. Hal ini berarti bahwa per memerlukan gaya yang lebih besar untuk mengubah bentuknya dan menyimpan lebih banyak energi potensial elastis.
Ketapel
Ketapel adalah senjata sederhana yang memanfaatkan prinsip gaya pegas untuk melontarkan peluru dengan kecepatan tinggi. Ketapel terdiri dari gagang yang dilengkapi dengan sepasang tali elastis yang dihubungkan ke saku untuk memegang peluru.
Ketika kita menarik tali elastis ketapel, kita sedang menerapkan gaya pada pegas (dalam hal ini, tali elastis). Energi potensial elastis yang tersimpan dalam tali tersebut akan berubah menjadi energi kinetik saat dilepaskan, melontarkan peluru dengan kecepatan tinggi. Prinsip gaya pegas yang terkandung dalam ketapel ini memberikan kemampuannya untuk melontarkan objek jauh dan cepat.
Kesimpulannya, diantara sendok plastik, per, dan ketapel, ketiganya memanfaatkan prinsip gaya pegas dalam fungsinya. Meski kemampuan penyimpanan energi potensial elastis mereka berbeda, prinsip dasar yang digunakan sama, yaitu mengubah gaya yang diberikan menjadi energi potensial elastis dan melepaskannya dalam bentuk energi kinetik.