Bumi, planet tempat kita tinggal, adalah sebuah keajaiban yang penuh dengan rahasia. Salah satu rahasia terbesarnya adalah struktur internalnya, dan hari ini, kita akan membahas lapisan paling atas, yang memiliki ketebalan hingga 66 km dan terutama terdiri dari batuan.
Lapisan paling atas dari bumi disebut dengan Kerak Bumi. Kerak Bumi adalah lapisan paling luar dari bumi yang kita pijak setiap hari. Secara konvensional, kerak bumi umumnya dibagi menjadi tiga jenis utama: kerak benua, kerak samudra, dan kerak transisi.
Apa Itu Kerak Benua?
Kerak benua merupakan jenis kerak yang paling tebal dan utamanya terdiri dari batuan granit. Ketebalan kerak benua bervariasi, namun dapat mencapai hingga 70 km di bawah pegunungan, seperti Himalaya. Kerak benua umumnya sangat tua, dan beberapa batuan tertua di dunia, yang berusia lebih dari 4 miliar tahun, dapat ditemukan di kerak benua.
Apa Itu Kerak Samudra?
Kerak samudra, sejalan dengan namanya, terletak di bawah lautan dan merupakan jenis kerak terluas dari ketiga jenis. Kerak samudra utamanya terdiri dari basalt dan gabbro dan cenderung lebih tipis dibandingkan kerak benua, dengan ketebalan rata-rata sekitar 7 km.
Apa Itu Kerak Transisi?
Kerak transisi adalah lapisan yang terletak di antara kerak benua dan samudra. Ketebalannya bervariasi, mulai dari beberapa hingga puluhan kilometer.
Tempat Unik di Kerak Bumi
Indonesia memiliki posisi yang unik, berada di pertemuan antara tiga lempeng tektonik besar dunia, menjadikan negara ini sebagai salah satu tempat dengan variasi kerak terbanyak di dunia.
Kesimpulan
Lapisan bumi paling atas yang memiliki ketebalan hingga 66 km merupakan bagian terpenting untuk kehidupan di Bumi. Kerak Bumi berfungsi sebagai permukaan tempat kita berpijak, namun juga sebagai perisai terhadap panas dan tekanan yang luar biasa dari lapisan bumi di bawahnya. Tanpa Kerak Bumi, kehidupan seperti yang kita kenal tidak mungkin bisa bertahan.