Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat keseratus enam belas, dikenal karena kebijakan dan perjuangannya untuk menjunjung tinggi asas-asas demokrasi. Di kala Amerika Serikat mengalami Perang Saudara, Lincoln berhasil mengendalikan negara dan berkontribusi signifikan terhadap akhir permusuhan. Dia telah meninggalkan banyak kutipan yang tak terhingga, tetapi salah satu yang paling berkesan adalah, “Pemerintahan demokrasi adalah pemerintahan.”
Pemahaman Lincoln Tentang Demokrasi
Abraham Lincoln beranggapan bahwa pemerintahan demokrasi adalah pemerintahan rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Menurutnya, esensi dari demokrasi adalah memberikan hak dan kekuasaan kepada rakyat untuk memilih pemimpin mereka sendiri. Wewenang dan kekuatan bukanlah milik individu atau sekelompok kecil elit, tetapi milik semua penduduk negara.
Lincoln: Seorang Simbol Demokrasi
Abraham Lincoln bukan hanya pembela demokrasi melalui kata-katanya saja, tetapi juga melalui tindakannya. Dia menghapus perbudakan dan menerapkan politik berorientasi rakyat dalam masa jabatannya, termasuk dalam pengambilan kebijakan yang menyangkut segenap lapisan masyarakat.
Dengan perlakuannya terhadap isu perbudakan, Lincoln menunjukkan bahwa demokrasi tak hanya tentang pemerintahan, tapi juga bagaimana setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, tanpa memandang ras, etnis, atau latar belakang sosial.
Pendewasaan Demokrasi Lincoln
Pemerintahan demokrasi menurut Abraham Lincoln memilliki penekanan pada keseimbangan kekuasaan. Dia percaya bahwa dengan memberi orang kekuasaan untuk memerintah diri mereka sendiri, dapat mengarah ke pembelajaran dan kematangan politik. Individu-individu tersebut kemudian akan mengambil keputusan yang berorientasi pada kebaikan umum, bukan keuntungan pribadi.
Menarik Pelajaran Dari Kata-Kata Lincoln
Dalam dunia yang semakin kompleks dan saling terkait, kata-kata Lincoln seputar pemerintahan demokrasi masih relevan. Mereka mengingatkan kami bahwa demokrasi adalah proses yang tidak statis dan harus terus diperjuangkan.
Untuk para pembaca, mari kita belajar dari filosofi Lincoln tentang pemerintahan demokrasi sebagai pemerintahan rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Kita memiliki kekuasaan dan tanggung jawab untuk menentukan masa depan kita sendiri, baik sebagai individu maupun bangsa.