Sejarah Indonesia tidak lengkap tanpa menyinggung tentang gerakan-gerakan ekonomi dan politik yang penting, khususnya yang berbasis pada kepentingan agama. Salah satu gerakan berpengaruh adalah pendirian “Sarekat Dagang Islam” oleh K.H. Samanhudi di Solo pada tahun 1911. Gerakan ini adalah salah satu langkah awal dalam proses upaya memajukan dan melindungi perdagangan pribumi Indonesia di tengah dominasi perdagangan oleh orang asing khususnya kompeni Belanda. Perjuangan ini tidak hanya mempengaruhi kondisi ekonomi di Indonesia, tetapi sekaligus memicu semangat nasionalisme yang pada akhirnya membuka red carpet menuju kemerdekaan.
Sarekat Dagang Islam: Pendorong Kemandirian Ekonomi Umat Islam
Sebagai penasehat suku Bawean di Surakarta, K.H. Samanhudi, sangat prihatin dengan keadaan umat Islam waktu itu. Mereka tidak berdaya atas praktik perdagangan yang tidak adil oleh orang Belanda dan Cina. Dengan dorongan ini, pada tahun 1911, ia mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI) di Solo.
Pergerakan ini kemudian menyebar ke berbagai daerah dalam dan luar Jawa, dan menarik banyak pedagang-pedagang muslim pribumi. Pasalnya, tujuan Sarekat Dagang Islam sangat jelas: memajukan dan melindungi perdagangan yang dijalankan oleh pedagang pribumi, khususnya umat Islam.
Sarekat Dagang Islam dan Semangat Nasionalisme
Pendirian SDI bukanlah hanya bertujuan untuk mendorong pedagang muslim melainkan juga membangkitkan semangat nasionalisme dan kemandirian perekonomian. Pergerakan ini segera mendapat sambutan positif dari masyarakat dan di dalam waktu singkat, menjadi wadah perjuangan anti penjajahan.
Pergerakan Sarekat Dagang Islam menjadi langkah awal dan penting dalam berjalannya gerakan nasionalis, dan kemudian berevolusi menjadi Sarekat Islam, sebuah organisasi politik yang berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Pada intinya, K.H. Samanhudi bukan hanya merancang organisasi untuk mendukung pedagang muslim secara ekonomi, tetapi ia juga memicu semangat kebangsaan yang kuat. Mendirikan Sarekat Dagang Islam adalah langkah penting dalam perjalanan sejarah Indonesia menuju suatu negara merdeka dan berdaulat.
Kesimpulan
Dengan pandangan historians, Sarekat Dagang Islam berkontribusi tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam membangkitkan semangat nasionalisme dan sekaligus, mempersiapkan Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan. K.H. Samanhudi telah membentuk pergerakan bersejarah, yang masih mempengaruhi Indonesia hingga saat ini. Pendiriannya melawan penjajahan dan ketidakadilan ekonomi merupakan bagian dari perjuangan bangsa Indonesia, dan kisahnya tetap menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.