Sarjana Bahasa Indonesia Pertama yang Menggunakan Nama Indonesia

Kata “Indonesia” merujuk pada negara kepulauan terbesar di dunia, yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau. Sentuhan budaya yang beragam inilah yang melahirkan budaya dan bahasa yang unik, baik di tingkat lokal maupun nasional. Sejak menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1945, Indonesia telah menempatkannya sebagai entitas nasional yang penting secara global. Hal ini juga sering dicerminkan dalam dunia akademis, termasuk dalam penulisan tesis. Artikel ini akan membahas siapa sarjana Bahasa Indonesia pertama yang menggunakan nama Indonesia dalam karya mereka.

Era Pra-Indonesia

Pada era sebelum Indonesia merdeka, Mahasiswa Indonesia seringkali menggunakan kata “Hindia” untuk merujuk pada wilayah ini. “Hindia Belanda” adalah penamaan kolonial yang sering digunakan, menggambarkan hubungan antara koloni dengan negara penguasanya.

Pengenalan Nama Indonesia

Dengan merdekanya Indonesia, semakin banyak siswa dan sarjana yang mengenakan jubah kebangaan nasional dalam penulisan dan penelitian mereka. Salah satu yang terpenting adalah sarjana yang pertama kali menggunakan nama Indonesia dalam penelitiannya.

Nama sarjana ini adalah Mr. Soepomo, lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Leiden, Belanda. Dia Menyandang gelar Sarjana Hukum pada tahun 1930, dan dalam tesisnya yang berjudul “Indonesia sebagai Suatu Tata Hukum yang Tersendiri”, dia menggunakan istilah “Indonesia” untuk pertama kalinya dalam sebuah karya akademis.

Soepomo dan Penelitiannya

Soepomo tidak hanya menggunakan nama Indonesia dalam penelitian, tetapi juga berfokus pada penegakan hukum di Indonesia, sepenuhnya mengeksplorasi apa yang kemudian dikenal sebagai hukum adat. Tesisnya, yang ditulis dalam bahasa Belanda, merupakan langkah penting pertama dalam mengenalkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat di kalangan akademik.

Ia adalah sarjana pertama yang menggunakan nama “Indonesia” dalam penelitian, dan dengan begitu membuat jalan bagi orang lain untuk merenungkan dan merayakan negara yang kini telah menjadi simbol keberagaman budaya dan etnis.

Kesimpulan

Perjalanan untuk meninggalkan masa kolonialisasi menuju kemerdekaan dan identitas nasional Indonesia adalah sebuah perjalanan yang panjang dan berliku. Sarjana dan siswa berperan penting dalam menciptakan budaya dan bangsa ini. Soepomo, dengan karyanya, adalah contoh seorang sarjana yang berada di garis depan dalam menggunakan dan mempromosikan nama negara ini. Dia berani memperkenalkan Indonesia ke dunia akademik, mengakui negara ini sebagai entitas yang berdaulat, dan dengan demikian meletakkan fondasi bagi para sarjana untuk membangun.

Leave a Comment