Korosi, pemahaman sederhananya, adalah proses degradasi alami material, biasanya logam, akibat interaksi kimia atau elektro kimia dengan lingkungannya. Proses korosi memiliki kecenderungan untuk memperparah over time, menghasilkan kerugian ekonomi signifikan dan potensi bahaya keselamatan.
Pentingnya pemahaman akan faktor-faktor yang dapat mempercepat proses korosi menjadi tidak bisa dipandang sebelah mata. Secara umum, berbagai faktor lingkungan dan fisis telah diidentifikasi yang dapat mempercepat laju serta tingkat korosi. Namun, ada juga beberapa faktor yang dikiranya dapat mempercepat terjadinya korosi, tetapi sebenarnya bukan.
Faktor-Faktor Mempercepat Korosi
- Kelembapan: Korosi biasanya mempercepat dalam lingkungan yang lembab. Hal ini disebabkan kontak langsung antara air dan permukaan logam dapat mengakibatkan reaksi oksidasi.
- Oksigen: Kehadiran oksigen juga penting dalam proses korosi, terutama dalam korosi basah. Air bertindak sebagai elektrolit, dan oksigen menjadi oksidan yang dapat mempercepat reaksi oksidasi di logam.
- PH Lingkungan: Level pH dalam suatu lingkungan juga mempengaruhi tingkat dan kecepatan korosi. PH asam mempercepat korosi, sementara pH basa cenderung melambatkan proses tersebut.
- Temperatur: Meningkatkan suhu biasanya dapat mempercepat korosi. Proses korosi adalah reaksi kimia, dan seperti reaksi kimia lainnya, biasanya akan mempercepat di suhu lebih tinggi.
- Kontaminan Lainnya: Kontaminan lain dalam lingkungan, seperti garam (klorida), belerang, dan polutan lainnya, juga dapat mempercepat proses korosi.
Faktor yang Secara Salah Kaprah Dikira Mempercepat Korosi
Satu faktor yang seringkali keliru dikaitkan dengan percepatan korosi adalah Konduktivitas Listrik Material. Sementara konduktivitas listrik material memang penting dalam beberapa jenis korosi (seperti korosi galvanik), bukan berarti material dengan konduktivitas listrik yang lebih tinggi akan mengalami korosi lebih cepat. Faktanya, beberapa logam dengan konduktivitas listrik yang tinggi, seperti emas dan perak, justru sangat tahan korosi. Ini karena korosi lebih berkaitan dengan reaksi kimia antara material dan lingkungannya, dan bukan tentang konduktivitas listrik material tersebut.
Memahami faktor-faktor ini penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan korosi. Meski demikian, penting juga untuk tidak salah mengaitkan faktor-faktor yang tidak melibatkan percepatan korosi, sebaliknya justru dapat membantu dalam perancangan strategi yang efektif untuk melindungi material dari akibat kerusakan akibat korosi.