Kalangan Terpelajar yang Tergenggam oleh Feodalisme: Tinjauan Sikap

Feodalisme adalah salah satu sistem sosial politik yang berlaku di sejumlah masyarakat selama pertengahan Abad Pertengahan. Meski tampaknya jauh dari konteks modern, pengaruh feodalisme masih terbayang dalam banyak aspek, termasuk sikap kalangan terpelajar.

Feodalisme dalam Konteks Modern

Feodalisme era modern tidak lagi dibatasi oleh benteng-benteng dan ksatria. Saat ini, pemahaman kita tentang feodalisme lebih berfokus pada distribusi dan penguasaan sumber daya, pengaruh, dan kekuasaan. Ini termasuk hirarki implicit dalam organisasi, bias sosial, dan penekanan terhadap adat dan tradisi. Fenomena ini tampaknya juga mempengaruhi sebagian kalangan terpelajar.

Dampak Feodalisme pada Kalangan Terpelajar

Sikap kalangan terpelajar yang terpengaruh oleh feodalisme dapat terlihat dari beberapa segi. Salah satunya adalah peran mereka dalam reproduksi sistem feodal.

1. Hibernasi Sikap Feodalis

Serangan feodalisme kepada kalangan terpelajar seringkali halus, tetapi tak kalah merusak. Feodalisme mendorong lingkaran setan pengetahuan dan kekuasaan menjadi milik segelintir elit tertentu. Sikap hirarkis, retorika kepatuhan tanpa kritik terhadap otoritas, dan resistensi terhadap perubahan adalah contoh perilaku yang terpelajar dari feodalisme.

2. Pengabdian kepada Otoritas

Feodalisme melegitimasi hubungan hierarchical dimana kekuasaan dan otoritas didasarkan pada status sosial atau posisi. Para terpelajar seringkali menjadi vokal dalam menjaga struktur ini. Contohnya, melakukan pengabdian sepihak kepada otoritas tanpa kompromi.

3. Kurangnya Rasa Persamaan

Sikap feodal mempromosikan ide pembagian sosial berdasarkan posisi hierarkis, tadinya dari bangsawan hingga petani, sekarang dapat diartikan sebagai dinamika antara atasan dan bawahan, guru dan siswa, tua dan muda. Kesadaran mengenai kesetaraan dan kemanusiaan seringkali jadi korban dalam pengaruh ini.

Kesimpulan

Feodalisme, sistem yang dianggap usang, ternyata masih membekas dalam struktur sosial dan budaya kita, termasuk sikap kalangan terpelajar. Penting bagi kita untuk menyadari pengaruh dan kesinambungan feodalisme ini, serta berusaha mengambil langkah-langkah untuk mengevaluasi dan, bila perlu, menentang praktik dan sikap tersebut.

Feodalisme telah berakar dalam perjalanan sejarah dan budaya kita. Namun, bukan berarti tidak mungkin bagi kita untuk belajar, berkembang, dan akhirnya membebaskan diri dari belenggu yang tak kasat mata ini. Menjadi terpelajar bukan hanya tentang mengumpulkan pengetahuan, tetapi juga tentang memeriksa dan mempertanyakan peran kita dalam mempertahankan status quo.

Dengan demikian, kalangan terpelajar harus berani melakukan terobosan dalam membongkar dan menantang pandangan feodalisme dan berusaha menuju keadilan sosial yang sejati.

Leave a Comment