Prinsip Kimia Hijau Ketujuh menyarankan penggunaan energi yang efisien dalam operasi kimia untuk mengurangi dampak lingkungan dan peningkatan efisiensi proses. Prinsip ini berfokus pada peningkatan efisiensi energi dan pengurangan penggunaan energi dari sumber tidak terbarukan. Berikut ini adalah beberapa sumber energi yang mendukung penerapan prinsip ini:
1. Energi Matahari
Energi matahari adalah sumber energi yang sangat efisien dan berkelanjutan, serta mendukung prinsip hijau kimia pada berbagai cara. Energi matahari dapat digunakan untuk proses kimia yang melibatkan pemanasan atau pemecahan molekul, mengurangi kebutuhan energi dari sumber yang tidak dapat diperbarui.
2. Energi Angin
Energi angin adalah sumber energi alternatif lainnya yang mendukung prinsip kimia hijau. Energi ini dapat digunakan untuk proses kimia yang membutuhkan listrik, seperti elektrolisis.
3. Bioenergi
Bioenergi, seperti biodiesel atau bioetanol, juga mendukung prinsip kimia hijau. Bioenergi dihasilkan dari bahan organik seperti tanaman dan limbah, membuatnya lebih berkelanjutan dibandingkan dengan bahan bakar fosil.
4. Energi Hidroelektrik
Energi hidroelektrik adalah sumber energi yang ramah lingkungan dan efisien, mencukupi kebutuhan energi untuk berbagai proses kimia.
Berbagai sumber energi di atas tidak hanya secara langsung mendukung penerapan prinsip kimia hijau ketujuh, tetapi juga berperan penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Melalui penggunaan sumber energi yang efisien dan berkelanjutan, industri kimia dapat beralih ke arah yang lebih hijau dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip kimia hijau.