Cara pandang yang digunakan pengarang untuk menyajikan sebuah cerita disebut dengan sudut pandang atau point of view dalam sastra. Sudut pandang merupakan dasar dan inti sumber informasi yang diberikan kepada pembaca mengenai setting, karakter, dan peristiwa yang terjadi dalam cerita. Dengan demikian, memahami sudut pandang menjadi penting untuk menikmati dan menginterpretasikan karya sastra.
Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai tipe sudut pandang dan bagaimana setiap tipe membantu pengarang dalam membentuk cerita serta menggugah emosi penikmat karya.
Tipe-tipe Sudut Pandang
Dalam karya sastra, terdapat beberapa tipe sudut pandang yang umum digunakan oleh para pengarang. Berikut ini adalah beberapa tipe sudut pandang yang sering kita temui dalam sebuah cerita.
1. Sudut Pandang Orang Pertama
Sudut pandang orang pertama menggunakan kata ganti “aku” atau “saya” dalam penyampaian ceritanya. Dalam tipe ini, pengarang menggunakan karakter utama sebagai narator, memungkinkan pembaca untuk melihat dan merasakan peristiwa, pikiran, dan emosi dari perspektif karakter tersebut. Dalam beberapa kasus, pengarang juga bisa menggunakan karakter pendukung sebagai narator.
Contoh: “Hari ini aku pergi ke pasar untuk membeli sayur.“
2. Sudut Pandang Orang Kedua
Sudut pandang orang kedua adalah tipe yang jarang digunakan dalam fiksi naratif dan lebih umum dalam karya-karya interaktif atau permainan teks. Sudut pandang ini menggunakan kata ganti “kamu” dan menyampaikan cerita seolah-olah pembaca adalah tokoh utamanya.
Contoh: “Kamu pergi ke pasar untuk membeli sayur.“
3. Sudut Pandang Orang Ketiga Terbatas (Limited Third Person)
Sudut pandang ini menggunakan kata ganti “dia” atau “ia” dan biasanya fokus pada satu karakter saja dalam cerita. Meskipun perspektif berasal dari narator dan bukan dari karakter yang difokuskan, pembaca hanya diberikan akses ke pemikiran, perasaan, dan persepsi karakter tersebut.
Contoh: “Rina pergi ke pasar untuk membeli sayur.“
4. Sudut Pandang Orang Ketiga Omniscient (Third Person Omniscient)
Dalam sudut pandang orang ketiga omniscient, narator memiliki pengetahuan yang luas tentang cerita, termasuk pemikiran dan perasaan semua karakter. Dengan kata lain, narator adalah pengarang itu sendiri yang mengendalikan semua elemen cerita dan memandu pembaca melalui perjalanan cerita.
Contoh: “Rina pergi ke pasar untuk membeli sayur, tak menyadari bahwa ia akan bertemu dengan teman lamanya.“
Kesimpulan
Cara pandang yang digunakan pengarang untuk menyajikan sebuah cerita disebut sudut pandang. Setiap tipe sudut pandang memberikan keunikan tersendiri dalam penyampaian cerita, mempengaruhi bagaimana pembaca menangkap informasi dan merasakan emosi karakter-karakter. Oleh karena itu, memilih sudut pandang yang tepat sangat penting dalam proses pembuatan karya sastra. Pemilihan sudut pandang yang tepat akan membantu pengarang menyampaikan pesan mereka secara efektif dan menciptakan pengalaman membaca yang memuaskan bagi pembaca.