Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing

Dalam era globalisasi yang serba cepat ini, penguasaan bahasa asing seperti Inggris, Mandarin, atau Jepang memang sudah menjadi hal biasa. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut jangan sampai menjadikan kita lupa akan pentingnya mempertahankan dan menghargai bahasa sendiri dan bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Kita harus mampu menorehkan tinta emas bahwa dalam lajunya arus globalisasi, kita tetap setia pada bahasa ibu dan bahasa daerah, sambil mendayagunakan bahasa asing.

Utamakan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah simbol identitas nasional kita. Bahasa ini memiliki kedudukan yang istimewa dan mengemban misi penting sebagai alat pemersatu bangsa dari berbagai suku dan budaya yang beraneka ragam. Dalam cita-cita luhur untuk mempertahankan keberagaman budaya nusantara, kita harus selalu mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia di berbagai lini kehidupan, mulai dari lingkungan pendidikan hingga berbagai sektor kehidupan lainnya.

Lestarikan Bahasa Daerah

Selain Bahasa Indonesia, bahasa-bahasa daerah merupakan warisan leluhur yang juga wajib kita lestarikan. Keberadaan bahasa daerah mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah suatu daerah, dan menjadi bagian integral dari identitas individu yang berasal dari daerah tersebut. Pelestarian bahasa daerah juga menjadi cara manjur untuk mempertahankan keberadaan dan keunikan budaya lokal ditengah-tengah arus globalisasi yang begitu kencang.

Kuasai Bahasa Asing

Meski demikian, dalam era globalisasi ini, kita juga perlu memahami dan menguasai bahasa asing. Penguasaan bahasa asing akan membuka peluang baru, memperluas wawasan, dan memperkuat posisi kita dalam kancah internasional. Meskipun begitu, penguasaan bahasa asing jangan sampai membuat kita melupakan bahasa ibu dan bahasa daerah.

Mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing adalah tiga strategi yang harus dapat seimbang dan saling melengkapi dalam upaya kita mempertahankan identitas nasional di tengah arus globalisasi. Pada akhirnya, keterampilan berbahasa adalah refleksi dari kecerdasan kita dalam mengapresiasi keberagaman budaya dan memanfaatkannya untuk kemajuan bersama.

Mari kita jadikan tiga hal tersebut sebagai pedoman dalam merajut harapan-harapan baru di masa yang akan datang agar kita bisa menjadi bangsa yang mampu berbicara dengan dunia tanpa melupakan akar dan identitas kita sebagai bangsa Indonesia.

Leave a Comment