Ketahanan pangan merupakan salah satu isu penting dan mendesak pada era global saat ini. Adanya pertambahan jumlah penduduk dan tantangan lingkungan mempengaruhi ketahanan pangan dari berbagai negara. Sejalan dengan hal itu, pemenuhan kebutuhan pangan yang kian meningkat tak lepas dari peran serta sektor perikanan dan peternakan. Lalu, bagaimana pendapat mengenai ketahanan pangan di bidang perikanan dan peternakan dalam menghadapi tantangan masa depan?
Peran Penting Perikanan dan Peternakan dalam Ketahanan Pangan
Perikanan dan peternakan menjadi sektor yang sangat berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan global. Keduanya memiliki potensi untuk memproduksi protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Protein hewani yang berasal dari perikanan dan peternakan lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh, sehingga menjadi sumber protein yang esensial.
1. Kontribusi Sektor Perikanan dalam Ketahanan Pangan
Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Banyak jenis ikan yang dapat dihasilkan oleh industri perikanan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani di dalam negeri maupun ekspor. Selain itu, mariculture atau budidaya ikan di laut dan perairan umum merupakan salah satu cara untuk menangani masalah ketahanan pangan. Pemerintah juga berperan aktif dalam menyediakan dukungan dalam bidang teknologi, dana, dan sarana untuk pengembangan sektor perikanan guna mendukung ketahanan pangan.
2. Kontribusi Sektor Peternakan dalam Ketahanan Pangan
Sektor peternakan juga menyumbangkan porsi yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Melalui peternakan, berbagai produk seperti daging, susu, telur, dan lain-lain dapat dihasilkan. Oleh karena itu, pengembangan peternakan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan sangat diperlukan guna mendukung ketahanan pangan.
Tantangan dalam Mengoptimalkan Ketahanan Pangan di Bidang Perikanan dan Peternakan
Meskipun perikanan dan peternakan memiliki potensi besar, namun masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, di antaranya:
- Perubahan Iklim: Perubahan iklim yang terjadi secara global dapat mengubah pola hidrologi dan ekosistem perairan, sehingga mempengaruhi sektor perikanan. Demikian pula pada sektor peternakan, perubahan iklim dapat mempengaruhi kualitas pakan ternak, ketersediaan air, dan lingkungan sekitar.
- Kualitas Sumber Daya Alam: Kualitas sumber daya alam yang semakin terdegradasi menjadi ancaman bagi perikanan dan peternakan dalam memproduksi pangan yang layak. Baik untuk perikanan maupun peternakan, degradasi lingkungan menjadi masalah yang perlu diatasi untuk memastikan ketahanan pangan.
- Penggunaan Agen Patogen dan Zat Kimia: Penggunaan agen patogen, seperti bakteri, virus, dan jamur, serta zat kimia dalam sektor perikanan dan peternakan menjadi tantangan utama. Hal ini disebabkan oleh penggunaan zat kimia dan antibiotik yang berlebihan pada proses produksi.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Melalui pendekatan holistik, sektor perikanan dan peternakan diharapkan mampu memberikan kontribusi yang optimal dalam mencapai ketahanan pangan di masa depan.