Membuat cerita bergambar atau komik bisa menjadi cara yang efektif dan menarik untuk menyampaikan informasi atau cerita. Proses tersebut melibatkan keterampilan dalam storytelling, seni visual, dan komposisi. Namun, ada beberapa hal yang mungkin kita pikir mempengaruhi cerita bergambar, tetapi ternyata tidak perlu diperhatikan. Ketahui apa saja faktor-faktor tersebut dalam artikel ini.
1. Proporsi Anatomis yang Sempurna
Banyak dari kita mungkin berpikir bahwa proporsi anatomis karakter yang sempurna sangat penting. Dalam beberapa kasus, hal ini mungkin benar, terutama dalam karya realisme seni. Tetapi, dalam konteks cerita bergambar atau komik, ini tidak selalu menjadi keharusan. Gaya gambar dan estetika visual karakter yang khas bisa lebih penting daripada proporsi anatomis yang sempurna.
2. Menggunakan Warna
Ada asumsi bahwa semua cerita bergambar memiliki lebih banyak daya tarik jika berwarna. Ini mungkin benar untuk beberapa orang, tetapi tidak berarti bahwa cerita bergambar harus selalu berwarna. Sejumlah besar karya terkenal digambar dalam grayscale atau hitam putih dan tetap menarik.
3. Tingkat Detail
Beberapa mungkin berpikir bahwa gambar dengan tingkat detail yang tinggi akan membuat cerita bergambar menjadi lebih baik. Tapi ini tampaknya tidak selalu berlaku. Terlalu banyak detail bisa membingungkan pembaca dan mengalihkan perhatian dari narasi cerita itu sendiri.
4. Mengikuti Tren
Mengikuti tren bisa tampak seperti ide bagus – jika semua orang menggemari sesuatu, tentu pembaca juga akan menyukainya, bukan? Tetapi dalam membuat cerita bergambar, ini tidak selalu menjadi faktor yang harus diperhatikan. Membuat karya yang unik dan otentik seringkali lebih berharga daripada sekedar mengikuti tren.
5. Menghabiskan Banyak Waktu
Terkadang, pembuat cerita bergambar bisa berpikir bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk membuatnya, semakin baik hasilnya. Ini bukanlah aturan yang pasti. Penting bagi seorang pembuat cerita bergambar untuk bekerja secara efisien dan efektif daripada menghabiskan waktu berlebihan pada satu aspek dari cerita.
Dengan demikian, dalam proses pembuatan cerita bergambar, penting untuk memahami bahwa beberapa faktor yang mungkin kita anggap penting ternyata bukanlah hal yang harus diperhatikan. Fokuslah pada storytelling yang kuat, gambar yang menggambarkan cerita dengan baik, dan komposisi yang mengalir, dan anda akan berhasil dalam membuat cerita bergambar.