Gregor Mendel, seorang biarawan Austria yang juga dikenal sebagai Bapak Genetika, terkenal dengan eksperimen luar biasa yang dilakukannya dengan tanaman ercis. Meski terkenal dengan percobaannya tersebut, beberapa alasan dari pilihan Mendel menggunakan tanaman ercis mungkin kurang dikenal. Tanpa menahan lebih lama, mari kita jelajahi lebih dalam alasan-alasan ini.
Sifat Tanaman Ercis yang Menguntungkan
Berbagai alasan membuat Mendel memilih tanaman ercis sebagai subjek utama penelitiannya, antara lain:
Periode Pertumbuhan Cepat
Tanaman ercis memiliki periode pertumbuhan cepat. Hal ini memungkinkan Mendel untuk melakukan banyak generasi penelitian dalam waktu yang relatif singkat. Dengan demikian, ia dapat mengamati sejumlah besar hasil percobaan dalam jangka waktu singkat.
Varietas Karakter yang Jelas
Ercis memiliki sejumlah variasi karakter yang jelas dan dapat dibedakan seperti warna bunga, posisi bunga, waktu penyerbukan, dan lain-lain. Hal ini berarti bahwa perubahan dalam generasi dapat diamati dan dicatat dengan mudah oleh Mendel.
Kemudahan dalam Perkawinan Silang
Tanaman ercis memiliki bentuk bunga yang memudahkan perkawinan silang. Struktur bunganya memungkinkan Mendel memanipulasi penyerbukan dan menghasilkan perubahan genetik yang bisa diamati.
Apa yang Tidak Termasuk Alasan?
Jika kita telah memahami beberapa alasan penting mengapa Mendel memilih tanaman ercis, satu pertanyaan menyusul, adakah sisi yang tidak melatarbelakangi pilihan ini?
Dalam konteks ini, yang tidak menjadi alasan pilhan Mendel adalah tanaman ercis tidak memiliki gen yang mendikte sifat-sifat tertentu.
Tanaman ercis, seperti organisme lainnya, memiliki gen yang kontrol sifat-sifat tertentu, bukan hanya sebuah gen tunggal yang memiliki kontrol mutlak terhadap suatu sifat. Mendel, meski melakukan penelitian pada era pra-DNA dan gen, memahami bahwa tidak ada satu gen saja yang bertanggung jawab atas sifat tertentu pada organisme.
Penutup
Dengan pengetahuan dan teknologi masa kini, kita dapat menghargai dan mengerti kejeniusan Gregor Mendel dalam eksperimennya menggunakan tanaman ercis. Dari semua alasan di atas, tidak bisa dipungkiri bahwa Mendel telah memilih subjek penelitiannya dengan sangat hati-hati. Kita mendapatkan banyak pengetahuan dari penelitian Mendel, dan topiknya ini mengingatkan kita untuk seimbang dalam mempertimbangkan semua aspek ketika merencanakan penelitian kita sendiri.