Pembelajaran merupakan kegiatan yang sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta didik. Namun, seringkali pembelajaran tidak berjalan efektif karena dianggap membosankan oleh siswa. Tentunya, para guru ingin menyampaikan materi sebaik mungkin agar siswa antusias dalam mengikuti pelajaran. Lalu, menurut ibu dan bapak guru, pembelajaran yang membosankan itu yang seperti apa?
Kurang Interaktif
Pembelajaran yang membosankan seringkali diidentifikasikan dengan kegiatan yang kurang interaktif. Para peserta didik hanya duduk dan mendengarkan seorang guru yang terus menerus menjelaskan materi. Interaksi antara guru dan siswa terbatas, sehingga siswa merasa tidak terlibat dan kehilangan minat dalam mengikuti pelajaran.
Kurang Variatif
Metode mengajar yang monoton akan membuat peserta didik mudah merasa jenuh. Guru harus berusaha untuk menghadirkan variasi dalam penyajian materi, baik dari segi media pembelajaran maupun metode pengajaran. Cobalah untuk menyajikan materi secara visual, aural, dan kinestetik untuk menjangkau berbagai cara belajar siswa.
Tidak Relevan dan Tidak Signifikan
Pembelajaran yang membosankan seringkali disebabkan oleh kurangnya relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Para peserta didik akan merasa bahwa materi yang diajarkan tidak memiliki signifikansi dalam kehidupan mereka, sehingga mereka kurang termotivasi untuk mempelajari materi tersebut. Oleh karena itu, penting bagi para guru untuk menjelaskan alasan dan konteks relevansi materi yang diajarkan untuk kehidupan siswa.
Tidak Menantang
Siswa akan merasa bosan jika materi yang diajarkan terlalu mudah dan tidak menantang. Tantangan dalam belajar membuat siswa lebih termotivasi untuk mencapai target yang ditetapkan. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menyesuaikan tingkat kesulitan materi dengan kemampuan siswa dan memberikan tantangan agar mereka lebih tertarik dalam pembelajaran.
Kurang Pemberian Pujian dan Dukungan
Bagi siswa, pujian dan dukungan dari guru merupakan hal yang sangat berharga. Ketika seorang siswa melakukan sesuatu dengan baik, guru harus memberikan pujian dan dukungan untuk meningkatkan semangat belajar siswa. Pembelajaran yang tidak dilakukan dengan pemberian pujian dan dukungan akan membuat siswa merasa tidak dihargai dan bosan dalam mengikuti pelajaran.
Dalam menghadapi fenomena pembelajaran yang membosankan ini, para guru dituntut untuk terus berinovasi dalam mengajar. Semakin menyenangkan proses pembelajaran, semakin tinggi pula motivasi siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dengan menyadari apa penyebab pembelajaran yang membosankan, para ibu dan bapak guru diharapkan dapat mengatasi permasalahan ini dengan cara yang lebih efektif.