Hampir tidak mungkin kita mengabaikan atau menghindari pengaruh negatif permukiman kumuh, baik itu untuk penganut sosiologi, politik atau beberapa ilmu pengetahuan lainnya. Secara global, perkiraan satu miliar populasi dunia hidup dalam kondisi ini. Mengapa permukiman kumuh harus ditangani secara komprehensif dan humanis?
Mengapa Harus Komprehensif?
Kita perlu melebihkan sekedar pemindahan atau penataan ulang. Menghadapi persoalan permukiman kumuh membutuhkan pemikiran menyeluruh. Ini bukan hanya masalah gedung dan struktur fisik semata, namun lebih kepada penyebab dan akibat serta isu-isu terkait lainnya seperti kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, dan tak ketinggalan, isu hak asasi manusia.
Sisi Kesehatan
Pada istilah kesehatan kumuh, biasanya ditandai oleh sanitasi yang buruk dan akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan. Mengatasi hal ini membutuhkan upaya peningkatan fasilitas kesehatan dan sanitasi serta mengedukasi penduduk setempat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.
Sisi Pendidikan
Permukiman kumuh seringkali tidak memiliki akses yang memadai terhadap pendidikan. Tidak hanya infrastruktur yang memadai tetapi juga kurangnya kesadaran tentang pentingnya pendidikan sering mengekang perkembangan komunitas ini.
Sisi Lapangan Kerja
Mengurangi tingkat kemiskinan dan mengizinkan penduduk setempat untuk memperoleh pendapatan layak bisa menjadi cara efektif untuk mengatasi masalah permukiman kumuh.
Hak Asasi Manusia
Setiap individu memiliki hak untuk memiliki standar hidup yang layak, termasuk perumahan yang layak. Menghancurkan rumah orang tanpa rencana penggantian yang memadai merupakan pelanggaran hak asasi manusia.
Mengapa Harus Humanis?
Mengapa pendekatan humanis? Karena pendekatan ini melibatkan penghormatan terhadap martabat manusia dan hak dasarnya. Misalnya, jika pemukiman kumuh direlokasi, penduduknya harus diberikan waktu yang cukup dan dukungan seperti bantuan biaya relokasi, penempatan kembali yang layak dan layanan sosial lainnya.
Pendekatan humanis juga berarti memastikan partisipasi komunitas dalam proses manajemen permukiman kota. Keputusan tentang perumahan dan permukiman harus melibatkan suara mereka dan mempertimbangkan kebutuhan serta preferensi mereka.
Kesimpulan
Mengatasi masalah permukiman kumuh bukanlah perkara yang mudah dan memerlukan perhatian dari berbagai aspek. Penting bahwa setiap usaha yang diambil senantiasa menerapkan pendekatan yang komprehensif dan humanis. Dengan cara ini, kita bisa bergerak maju untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih baik dan adil bagi semua orang.