Seiring dengan perkembangan teknologi, mesin digital telah berevolusi menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Agar dapat berfungsi secara efisien, mesin digital menggunakan berbagai sistem bilangan dalam pengoperasiannya. Namun, ada beberapa sistem bilangan yang saat ini tidak digunakan dalam pengoperasian suatu mesin digital. Dalam artikel ini, kita akan membahas sistem-sistem bilangan tersebut dan alasan mengapa mereka tidak diaplikasikan dalam mesin digital modern.
Sistem Bilangan Duodecimal
Sistem bilangan duodecimal, atau sistem bilangan berbasis 12, menggunakan 12 simbol untuk merepresentasikan angka. Biasanya simbol-simbol ini terdiri dari angka 0-9 dan dua simbol tambahan, seperti A dan B. Meskipun sistem ini memiliki beberapa keuntungan, seperti mudah dibagi secara merata oleh 2, 3, 4, dan 6, tetapi tidak digunakan dalam mesin digital. Alasan utama adalah adopsi sistem bilangan biner (berbasis 2) yang lebih efisien dan ekonomis dalam hal sirkuit listrik dan penyimpanan data.
Sistem Bilangan Sexagesimal
Sistem bilangan sexagesimal adalah sistem berbasis 60 yang telah ada sejak zaman peradaban Sumeria dan Babilonia. Sistem ini masih digunakan untuk mengukur waktu, sudut, dan koordinat geografis. Namun, seksagesimal tidak dapat diaplikasikan dalam pengoperasian mesin digital. Alasannya adalah kesulitan implementasi dan konversi yang lebih rumit dibanding sistem bilangan biner yang lebih sederhana dan lebih mudah diintegrasikan dengan teknologi digital.
Sistem Bilangan Gray Code
Gray Code adalah sistem bilangan yang mampu menghindari kesalahan transisi sinyal yang mungkin terjadi ketika mengubah angka biner. Walaupun sistem ini memiliki keunggulan dalam mengurangi kesalahan, namun tidak digunakan dalam pengoperasian mesin digital modern. Sistem bilangan ini lebih sering digunakan dalam aplikasi tertentu seperti pengkodean posisi dan pengendalian motor.
Sistem Bilangan Ternary
Sistem bilangan ternary, atau sistem berbasis 3, menggunakan tiga simbol untuk merepresentasikan angka. Sistem ini dianggap lebih efisien secara teoritis dibandingkan sistem biner dalam hal representasi angka dan jumlah logika yang diperlukan. Namun, sistem bilangan ternary tidak digunakan dalam mesin digital karena kesulitan dan biaya dalam mengintegrasikannya pada sirkuit logika dan pemrosesan data.
Kesimpulan
Selama berabad-abad, berbagai sistem bilangan telah diciptakan untuk memenuhi kebutuhan matematika dan ilmiah manusia. Namun, mesin digital modern telah menjadikan sistem bilangan biner sebagai pilihan utama dalam pengoperasiannya karena efisiensi, kemudahan implementasi, dan kompatibilitas dengan teknologi digital. Sementara itu, sistem bilangan seperti duodecimal, sexagesimal, Gray Code, dan ternary, meskipun memiliki keunggulan tersendiri, saat ini tidak digunakan dalam pengoperasian mesin digital.