Kurikulum Dapat Dimaknai Sebagai Segala Sesuatu yang Dipelajari Murid: Benar atau Salah?

Sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan, guru dan para pengajar sering kali menemui berbagai macam interpretasi terkait konsep kurikulum. Salah satunya adalah adanya anggapan bahwa kurikulum dapat dimaknai sebagai segala sesuatu yang dipelajari murid. Lantas, apakah pernyataan tersebut benar atau salah? Mari kita bahas lebih mendalam pada topik ini.

Pengertian Kurikulum

Sebelum melanjutkan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu kurikulum. Kurikulum diartikan sebagai rencana pembelajaran yang mencakup berbagai aspek, seperti tujuan, isi materi, metode, sumber, dan evaluasi yang disusun secara sistematis dan tersusun dengan baik. Kurikulum memiliki peran penting dalam membimbing dan mengarahkan proses pembelajaran agar mencapai tujuan yang diinginkan.

Kurikulum dan Pembelajaran

Kurikulum yang telah disusun akan mencakup berbagai komponen, seperti materi pelajaran, kegiatan pembelajaran, metode mengajar, hingga cara evaluasi hasil belajar. Dari proses ini, murid akan belajar hal-hal yang luas dan mendalam yang melibatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Menariknya, ada kalanya murid tidak hanya belajar dari apa yang diajarkan dalam kurikulum formal atau resmi. Suatu pengalaman atau kejadian yang muncul di lingkungan atau situasi tertentu juga bisa menjadi sumber pembelajaran bagi murid. Dalam hal ini, belajar tidak terbatas pada kurikulum yang telah disusun.

Kurikulum Sebagai Segala Sesuatu yang Dipelajari Murid: Benar atau Salah?

Melihat kembali pada pengertian kurikulum dan ruang lingkup pembelajaran, dapat dikatakan bahwa kurikulum sebagai segala sesuatu yang dipelajari murid sebenarnya memiliki dasar pemikiran yang relevan.

Namun, jika dikaitkan dengan kurikulum formal yang telah disusun secara sistematis oleh lembaga pendidikan, maka pernyataan tersebut bisa dibilang kurang tepat. Pasalnya, materi pembelajaran formal yang disusun dalam kurikulum memiliki batasan dan tujuan tertentu yang harus dicapai.

Dalam konteks ini, lebih tepat jika kita memandang kurikulum sebagai bentuk landasan yang memberikan arahan dan pedoman bagi proses pembelajaran. Sedangkan, segala sesuatu yang dipelajari oleh murid meliputi pembelajaran yang bersumber dari kurikulum serta pengalaman dan kejadian di luar kurikulum.

Kesimpulan

Mengacu pada penjelasan di atas, pernyataan bahwa kurikulum dapat dimaknai sebagai segala sesuatu yang dipelajari murid tidak sepenuhnya benar dan juga tidak sepenuhnya salah. Dari satu sisi, kurikulum memang menjadi fondasi dalam proses pembelajaran. Akan tetapi, pembelajaran bagi murid tidak terbatas pada kurikulum yang telah disusun dan melibatkan berbagai sumber pembelajaran lainnya.

Oleh karena itu, perlu ada pemahaman yang utuh dan komprehensif mengenai konsep kurikulum dan proses pembelajaran agar kita bisa melihat hubungan mereka secara lebih fokus dan objektif.

Leave a Comment