Aliran Kalam yang Dikenal Dengan Istilah Fatalism atau Predestination

Salah satu topik yang paling menarik dan sering diperbincangkan dalam realm teologi dan filsafat adalah mengenai takdir dan kebebasan manusia, atau lebih dikenal dengan konsep Fatalism atau Predestination. Istilah tersebut berasal dari aliran pemikiran dalam kajian kalam (ilmu teologi dalam Islam) yang menekankan pada predeterminisme atau fatalisme, yaitu keyakinan bahwa semua peristiwa dalam hidup telah ditakdirkan sejak awal.

Apa itu Fatalism atau Predestination?

Secara singkat, Fatalism atau Predestination adalah suatu pemahaman yang meyakini bahwa segala hal dalam hidup ini telah ditentukan sebelumnya dan tidak dapat diubah, sekalipun manusia memiliki keinginan dan tindakan yang berbeda satu sama lain. Ini juga menunjukkan pemahaman yang ada dalam beberapa tradisi spirituil dan agama, termasuk dalam aliran kalam.

Fatalisme adalah suatu pernyataan mengenai hubungan antara perbuatan manusia dengan ketetapan Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat. Dalam artian lain, fatalisme berpendapat bahwa apa pun tindakan manusia tidak mempengaruhi hasil atau takdir, melainkan semua telah ditentukan oleh Tuhan.

Fatalism dalam Aliran Kalam

Aliran kalam yang menganut pandangan ini umumnya dikenal dengan nama Jabariyah. Aliran ini berpendapat bahwa manusia tidak memiliki kekuatan atau kehendak bebas dalam bertindak, namun semuanya dikontrol dan ditentukan oleh Tuhan. Menurut mereka, manusia hanya bertindak sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Tuhan.

Tetapi, perlu diingat bahwa aliran ini bukanlah satu-satunya pandangan dalam aliran kalam. Ada aliran lain seperti Qadariyah dan Mu’tazilah yang mengemukakan pemikiran yang berbeda. Qadariyah berpendapat bahwa manusia memiliki kehendak bebas sepenuhnya, sementara Mu’tazilah berada di tengah-tengah antara pandangan Jabariyah dan Qadariyah.

Kesimpulan

Aliran kalam yang dikenal dengan istilah Fatalism atau Predestination adalah suatu aliran pemikiran yang pandangannya meyakini bahwa segala sesuatu dalam kehidupan sudah ditentukan oleh Tuhan dan tidak dapat diubah oleh manusia. Meskipun mendapatkan kritik, aliran ini tetap menjadi bagian penting dalam studi teologi dan filsafat, terutama dalam konteks pembahasan mengenai kebebasan manusia dan takdir.

Diskusi tentang takdir tidak akan pernah berakhir, dan mungkin akan selalu ada di masa depan. Setiap aliran memiliki argumen dan penjelasannya sendiri tentang konsep ini, dan tergantung pada kita sebagai individu untuk merenung dan memutuskan mana yang paling sesuai dengan pemahaman dan kepercayaan kita.

Leave a Comment