Barang Siapa yang Mempersulit Orang Lain, Maka Allah akan Mempersulitnya Pada Hari Kiamat

“Barang siapa yang mempersulit orang lain maka Allah akan mempersulitnya pada hari kiamat”. Pesan ini, yang dipinjam dari ajaran Islam, menekankan betapa pentingnya berperilaku baik dan menjunjung tinggi norma kesopanan dan etika sehari-hari. Dalam pengertian yang lebih luas, inilah esensi dari karma – hasil dari perbuatan baik atau buruk yang akan kita terima pada akhirnya.

Menyulitkan Orang Lain, Menyulitkan Diri Sendiri

Setiap tindakan yang kita lakukan tentunya memiliki konsekuensinya sendiri. Dalam konteks ini, jika kita melakukan tindakan yang mempersulit atau menyakiti orang lain, kita sedang membuka jalan bagi diri kita sendiri untuk menerima konsekuensi yang sama.

Dalam Islam, konsep ini dikenal sebagai Qisas atau ‘balasan yang setimpal’. Sesuai dengan Al-Qur’an, surat Al-Baqarah ayat 178, Allah memerintahkan umat-Nya untuk berbuat baik kepada orang lain dan menghindari tindakan yang dapat merugikan orang lain. Konsep Qisas ini menegaskan bahwa dalam melakukan tindakan yang merugikan orang lain, kita sebenarnya sedang menarik diri kita ke dalam jebakan yang sama.

Hari Kiamat: Balasan atas Tindakan

Menurut ajaran Islam, Hari Kiamat adalah hari pembalasan bagi segala perbuatan yang telah dilakukan selama hidup di dunia. Pada hari itu, setiap individu akan mempertanggungjawabkan tindakannya, baik itu tindakan baik maupun buruk. Jika seseorang telah melakukan tindakan yang mempersulit hidup orang lain, maka pada hari itu, dia akan mengalami kesulitan yang sama.

Bagaimana Seharusnya Kita Berperilaku?

Dalam menghadapi sebuah situasi, ada baiknya kita selalu mengingat peribahasa tua: ‘Lakukanlah kepada orang lain apa yang ingin kamu terima dari mereka’. Yaitu, jika kita ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain, maka seharusnya kita juga memperlakukan mereka dengan baik.

Berbuat baik kepada orang lain tidak hanya bermanfaat bagi diri mereka, tetapi juga bagi kita sendiri. Kita tidak tahu kapan dan bagaimana balasan atas perbuatan baik kita akan diberikan oleh Allah. Oleh karena itu, tetaplah berbuat baik dan hindari tindakan yang dapat menyakiti dan mempersulit orang lain.

Dalam menjalani hidup, tindakan yang patut diterapkan adalah sabar, tawakal, dan berbuat baik kepada setiap orang. Kita tidak pernah tahu, barangkali orang yang kita perlakukan dengan baik hari ini, nantinya akan menjadi penolong kita di Hari Kiamat.

Penutup

Pesan terakhir dari blog ini cukup sederhana: berbuat baiklah kepada setiap orang dan hindarilah tindakan yang dapat menyulitkan mereka. Jangan sampai kita terjebak dalam siklus mempersulit orang lain, karena pada akhirnya hal itu akan berdampak negatif kepada diri kita sendiri.

Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dalam kesakitan dan kesulitan. Mari kita bantu satu sama lain, berikanlah kemudahan dan kebaikan kepada orang lain. Karena seperti yang telah kita pelajari dari ajaran agama, semua tindakan baik kita, tidak akan pernah luput dari balasan Allah.

Leave a Comment